Giliran AS Ultimatum Assad Soal Gencatan Senjata
Rabu, 04 Mei 2016 - 15:27 WIB
Giliran AS Ultimatum Assad Soal Gencatan Senjata
A
A
A
BERLIN - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry memperingatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad soal dampak yang terjadi jika rezim tersebut menolak gencatan senjata yang sedang dinegosiasikan. Pembicaraan damai itu sendiri bergeser ke Berlin, Jerman, setelah sebelumnya dilakukan di Jenewa, Swiss.
"Jika Assad tidak mematuhi (gencatan senjata yang baru), jelas akan ada dampaknya dan salah satu dari mereka mungkin menghancurkan gencatan senjata secara total dan mereka kembali berperang," kata Kerry.
"Saya tidak berpikir bahwa Rusia menginginkan hal itu terjadi. Saya tidak berpikir Assad akan mendapatkan keuntungan dari itu," tambah Kerry seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/5/2016).
Rusia mengatakan, gencatan senjata baru untuk menghentikan pertempuran di Aleppo bisa terjadi dimana wilayah utara kota tersebut telah dilanda gelombang kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 270 orang sejak 22 April.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berharap setuju untuk menghentikan pertempuran di Aleppo dalam waktu dekat, bahkan mungkin dalam beberapa jam setelah bertemu untusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
"Jika Assad tidak mematuhi (gencatan senjata yang baru), jelas akan ada dampaknya dan salah satu dari mereka mungkin menghancurkan gencatan senjata secara total dan mereka kembali berperang," kata Kerry.
"Saya tidak berpikir bahwa Rusia menginginkan hal itu terjadi. Saya tidak berpikir Assad akan mendapatkan keuntungan dari itu," tambah Kerry seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/5/2016).
Rusia mengatakan, gencatan senjata baru untuk menghentikan pertempuran di Aleppo bisa terjadi dimana wilayah utara kota tersebut telah dilanda gelombang kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 270 orang sejak 22 April.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berharap setuju untuk menghentikan pertempuran di Aleppo dalam waktu dekat, bahkan mungkin dalam beberapa jam setelah bertemu untusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.
(ian)