Kekurangan Wanita, Para Pria Lajang China Impor Gadis Vietnam

Selasa, 03 Mei 2016 - 15:54 WIB
Kekurangan Wanita, Para...
Kekurangan Wanita, Para Pria Lajang China Impor Gadis Vietnam
A A A
BEIJING - Ratusan anak gadis Vietnam berusia belasan tahun dijual ke China untuk dijadikan pengantin bagi pria-pria lajang di negara Tirai Bambu itu.

Praktik “impor” gadis-gadis Vietnam melalui pedagang manusia itu terjadi setelah China kekurangan penduduk perempuan.

Ketidakseimbangan gender di China itulah yang menjadi celah bagi para pedagang manusia meraup untung dengan menjalankan praktik ilegal penjualan gadis-gadis Vietnam.

CNN, dalam laporannya, menyatakan, desa-desa di sepanjang perbatasan Vietnam-China telah menjadi tempat berburu bagi para pedagang manusia untuk memberikan istri bagi pria lajang di China.


Gadis-gadis Vietnam ditipu atau dibius, kemudiaan diselundupkan ke perbatasan dengan perahu, sepeda motor atau pun mobil.

”Jumlah biayanya sangat besar bagi seorang pria China untuk menikahi seorang wanita lokal, karena sejumlah pria bersaing untuk mendapatkan (perempuan) dalam pernikahan,” kata Ha Thi Van Khanh, koordinator proyek nasional anti-perdagangan manusia untuk PBB di Vietnam, seperti dikutip IB Times, Selasa (3/5/2016).

Secara tradisional, pria China yang ingin menikahi wanita lokal harus membayar perjamuan yang rumit dan sudah membeli rumah baru.”Jadi, ini mengapa mereka mencoba untuk mengimpor perempuan dari negara-negara tetangga, termasuk Vietnam,” lanjut dia.

Seorang gadis Vietnam bisa dijual sebesar USD3.000. Para gadis Vietnam diminati para pria lajang di China karena ada kesamaan budaya.


Dalam investigasi CNN, ada seorang gadis Vietnam 16 tahun itu dibius dan diselundupkan ke China, di mana dia ditekan untuk menikah. Ketika dia menolak, gadis itu dipukuli dan dibiarkan kelaparan sampai akhirnya dia menyerah.


Gadis dengan nama pendek Nguyen ini mengaku suaminya baik padanya. Tapi, dia tidak pernah berkeinginan menghilang dari keluarganya di Vietnam. Keinginan saya untuk pulang tak terlukiskan," kata Nguyen.


Saya setuju untuk menikah dengan pria, tapi saya tidak bisa tinggal dengan orang asing tanpa memiliki perasaan padanya,” lanjut dia.

Ketika ibu mertuanya menyadari bahwa Nguyen tidak pernah hangat untuk pernikahan, wanita Vietnam ini dikembalikan ke pedagang manusia yang menjualnya.Keluarga itu mendapatkan uang mereka kembali, dan Nguyen dia dipaksa menjadi pengantin yang kedua kalinya dengan pria lain.

Namun, Nguyen akhirnya berhasil melarikan diri dan pulang ke Vietnam, meski harus meninggalkan anaknya di China.

Para pejabat China dan Vietnam telah bekerja sama untuk membantu membendung praktik perdagangan manusia. Mereka juga bekerja sama dengan beberapa organisasi seperti Yayasan Pacific Link yang menjalankan penampungan bagi korban trafficking di Vietnam.


Pacific Link mengambil korban setiap minggu di wilayah Vietnam utara.”Saya pikir kesadaran adalah satu-satunya alat untuk mengakhiri perdagangan,” kata pendiri yayasan, Diep Vuong.
(mas)
Berita Terkait
5 Alasan Vietnam Diperebutkan...
5 Alasan Vietnam Diperebutkan AS dan China
Vietnam: Latihan Militer...
Vietnam: Latihan Militer Beijing Ganggu Negosiasi Kode Perilaku di LCS
Aksi China Picu Kemarahan...
Aksi China Picu Kemarahan Vietnam : Membahayakan Perdamaian
Usai Porak Porandakan...
Usai Porak Porandakan China, Topan Talim Hantam Vietnam
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Peringatkan China Kian Agresif Saat Pandemi
Inilah 5 Negara yang...
Inilah 5 Negara yang Klaim Laut China Selatan, China Terluas hingga Hampir 90%
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
25 menit yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
1 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
4 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved