Senator AS: Tak Ada Pemberontak Moderat, Semua Teroris
Selasa, 26 April 2016 - 21:36 WIB
Senator AS: Tak Ada Pemberontak Moderat, Semua Teroris
A
A
A
DAMASKUS - Senator Amerika Serikat (AS) dari Virginia, Dick Black menegaskan, sebenarnya tidak ada kelompok yang berlabel pemberontak moderat di Suriah. Semua kelompok yang melawan pemerintah Suriah di bawah pimpinan Bashar al-Assad adalah teroris.
Berbicara saat melakukan kunjungan ke Damaskus, dirinya menuturkan, banyak pihak yang tidak percaya bahwa mereka yang melawan Assad sejatinya adalah teroris. Menurut Black, hal ini dikarenakan kurang informasi, yang menyebabkan kesalahpamahan akan apa yang terjadi di Suriah.
"Banyak orang salah paham soal apa yang terjadi di Suriah dan beberapa dari mereka tidak percaya bahwa mereka yang memerangi rakyat Suriah dan pemerintah, semuanya adalah teroris," ucap Black, seperti dilansir SANA pada Selasa (26/4).
Senator dari Partai Republik itu juga menuturkan, sejatinya konflik yang terjadi bukan berasal dari dalam negeri Suriah, melainkan disebabkan oleh aksi yang dibuat oleh negara-negara Barat dan Teluk. "Melalui intelijen, mereka membuat keputusan untuk menciptakan kekacauan dan benar-benar telah melakukannya dan menumpahkan banyak darah," sambungnya.
Black mengaku, sebelumya ia tidak pernah mengunjungi Suriah. Namun, dia mengatakan telah mempelajari situasi di Suriah secara mendalam dan untuk waktu yang lama, yang memungkinkan dia untuk memberitahu mana yang buruk dan yang baik.
Pandangan Black soal Suriah sendiri sangat bertolak belakang dengan apa yang dianut oleh pemerintah AS. Dimana, AS mengakui bahwa ada kelompok pemberontak moderat di Suriah, dan bahkan AS telah memberikan pelatihan kepada mereka.
Selain soal pemberontak, Black juga berbeda pandangan soal status Assad. Ketika Pemerintah AS tidak mengakui Assad sebagai Presiden yang sah, Black justru berpendapat sebaliknya.
"Presiden Bashar al-Assad telah terpilih secara sah dalam pemilu 2014, dimana dua pertiga pemilih yang berhak memilih. Presiden al-Assad ingin membangun negara maju dan modern, dimana orang bebas dan dapat menjalankan keyakinan agama mereka tanpa kekerasan," ucapnya.
Berbicara saat melakukan kunjungan ke Damaskus, dirinya menuturkan, banyak pihak yang tidak percaya bahwa mereka yang melawan Assad sejatinya adalah teroris. Menurut Black, hal ini dikarenakan kurang informasi, yang menyebabkan kesalahpamahan akan apa yang terjadi di Suriah.
"Banyak orang salah paham soal apa yang terjadi di Suriah dan beberapa dari mereka tidak percaya bahwa mereka yang memerangi rakyat Suriah dan pemerintah, semuanya adalah teroris," ucap Black, seperti dilansir SANA pada Selasa (26/4).
Senator dari Partai Republik itu juga menuturkan, sejatinya konflik yang terjadi bukan berasal dari dalam negeri Suriah, melainkan disebabkan oleh aksi yang dibuat oleh negara-negara Barat dan Teluk. "Melalui intelijen, mereka membuat keputusan untuk menciptakan kekacauan dan benar-benar telah melakukannya dan menumpahkan banyak darah," sambungnya.
Black mengaku, sebelumya ia tidak pernah mengunjungi Suriah. Namun, dia mengatakan telah mempelajari situasi di Suriah secara mendalam dan untuk waktu yang lama, yang memungkinkan dia untuk memberitahu mana yang buruk dan yang baik.
Pandangan Black soal Suriah sendiri sangat bertolak belakang dengan apa yang dianut oleh pemerintah AS. Dimana, AS mengakui bahwa ada kelompok pemberontak moderat di Suriah, dan bahkan AS telah memberikan pelatihan kepada mereka.
Selain soal pemberontak, Black juga berbeda pandangan soal status Assad. Ketika Pemerintah AS tidak mengakui Assad sebagai Presiden yang sah, Black justru berpendapat sebaliknya.
"Presiden Bashar al-Assad telah terpilih secara sah dalam pemilu 2014, dimana dua pertiga pemilih yang berhak memilih. Presiden al-Assad ingin membangun negara maju dan modern, dimana orang bebas dan dapat menjalankan keyakinan agama mereka tanpa kekerasan," ucapnya.
(esn)