Wamenlu AS: China Harus Hentikan Reklamasi di LCS

Jum'at, 22 April 2016 - 21:30 WIB
Wamenlu AS: China Harus...
Wamenlu AS: China Harus Hentikan Reklamasi di LCS
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony J. Blinken menuturkan, China harus menghentikan semua kegiatannya di kawasan Laut China Selatan, termasuk di dalamnya kegiatan militer. AS juga meminta China untuk mulai melakukan pembicaraan untuk menghentikan ketegangan di kawasan tersebut.

Pernyataan Blinken itu muncul saat dirinya ditanya bagaimana respon AS soal uji coba rudal, dan peningkatan kegiatan militer yang dilakukan China di kawasan Laut China Selatan.

"Sekali lagi saya ingin katakan, terkait dengan semua aktivitas China di Laut China Selatan, sangat penting untuk menghentikan reklamasi, dan aktivitas militer. Sebab, dengan adanya (aktivitas) itu akan sangat sulit bagi negara-negara untuk mencari solusi damai di Laut China Selatan," ucap Blinken.

"Jadi, permintaan kami adalah hentikan semua aktivitas di Laut China Selatan, apapun itu, dan fokus pada menyelesaikan masalah yang ada secara diplomatis dan damai," sambungnya saat melakukan pertemuan dengan sejumlah awak media di kantor Kedutaan Besar AS di kawasan Jakarta Pusat pada Jumat (22/4).

Sementara itu, terkait dengan uji coba rudal terbaru yang dilakukan oleh China, dirinya mengatakan belum menerima laporan tentang hal tersebut. "Jadi, saya belum bisa berkomentar soal itu," pungkasnya.

Sebelumnya pada Rabu lalu diberitakan bahwa China telah melakukan uji coba terbaru rudal balistik antar benua miliknya, Dongfeng-41 (DF-41). Rudal ini merupakan rudal balistik dengan jarak tempuh terpanjang di dunia.

Rudal balistik Dongfeng-41 adalah rudal balistik interkontinental berbahan bakar padat road-mobile yang dapat menembakkan 6 sampai 10 hulu ledak nuklir terhadap sebuah target pada jarak lebih dari 10 ribu kilometer.

Uji coba itu dilakukan bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Ashton Carter ke kapal induk USS Stennis yang sedang berlayar di Laut China Selatan.
(esn)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved