China Daratkan Jet Militer di Laut China Selatan, AS Protes

Selasa, 19 April 2016 - 07:55 WIB
China Daratkan Jet Militer...
China Daratkan Jet Militer di Laut China Selatan, AS Protes
A A A
WASHINGTON - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memprotes tindakan China yang mendaratkan pesawat jet militer di sebuah pulau buatan di Laut China Selatan yang jadi sengketa.

Kami menyadari bahwa sebuah pesawat militer China mendarat di Fiery Cross Reef pada hari Minggu dalam apa yang digambarkan China sebagai operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi tiga pekerjanya yang sakit, kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kepada CNN dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/4/2016).


Tidak jelas mengapa orang China menggunakan pesawat militer, sebagai cara (mengevakuasi) seorang warga sipil,” lanjut dia.

AS telah khawatir Fiery Cross Reefsalah satu pulau buatan China di Kepulauan Spratly—digunakan China untuk mengakomodasi pesawat militer dalam jumlah besar, setelah China diketahui telah membangun landasan pacu raksasa di wilayah itu.


Kami mendesak China untuk menegaskan kembali bahwa dia tidak memiliki rencana untuk menyebarkan atau memutar pesawat militer di pos-pos dalam Spratly ini, sesuai dengan jaminan sebelumnya dari China,” imbuh Davis.

Pendaratan pesawat jet militer itu ditutup-tutupi media China. Namun, Pemerintah China akhirnya mengakui dan mengklaim tidak ada yang salah karena pendaratan dilakukan di wilayah kedaulatan China.

Menurut sebuah laporan di People's Liberation Army Daily, pesawat jet militer itu membawa orang ke pulau Hainan untuk bantuan medis.


Di wilayah China, hal semacam ini tidak mengherankan sekali,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, selama briefing reguler.

Ini adalah tradisi yang baik dari Tentara Pembebasan Rakyat untuk memberikan bantuan yang diperlukan bagi orang-orang China yang membutuhkan,” lanjut dia.

China telah berulang kali membantah tuduhan bahwa landasan pacu raksasa yang telah dibangun di Laut China Selatan akan digunakan untuk tujuan militer. Sementara AS juga berulang kali mengutuk Beijing untuk tindakan yang disebut Washington sebagai ”militerisasi di Laut China Selatan”.


Beijing mengklaim hampir semua wilayah maritim dan darat di Laut China Selatan. Namun, Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan juga memiliki klaim yang saling tumpang tindih. AS yang tidak memiliki klaim teritorial di daerah itu ikut campur dalam konflik dengan dalih menegakkan kebebasan navigasi, karena AS tetap meyakini wilayah Laut China Selatan merupakan wilayah perairan internasional.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
19 menit yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
25 menit yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
2 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
3 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
4 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved