Kekurangan Uang, ISIS Mulai Berlakukan Pajak

Senin, 18 April 2016 - 14:18 WIB
Kekurangan Uang, ISIS...
Kekurangan Uang, ISIS Mulai Berlakukan Pajak
A A A
LONDON - Kelompok Islamic State atau ISIS mulai kekurangan uang setelah situs minyak jarahan di Irak dan Suriah yang jadi sumber pendapatan mereka dibombardir koalisi Amerik Serikat (AS) dan Rusia. Kelompok itu, kini mulai memberlakukan pajak untuk menutupi kekurangan uang.

Demikian hasil penelitian kelompok IHS terbaru tentang kondisi ISIS di Irak dan Suriah. Menurut laporan penelitian IHS, ISIS kehilangan sekitar 30 persen dari total pendapatannya sejak tahun lalu.

Pada pertengahan 2015, pendapatan bulanan ISIS secara keseluruhan adalah sekitar USD80 juta, kata Ludovico Carlino, analis senior di kelompok riset IHS untuk Pemantau Konflik.

Pada Maret 2016, pendapatan bulanan ISIS merosot menjadi USD56 juta,” lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Senin (18/4/2016).

Sejak diserang Rusia dan koalisi AS, produksi minyak mentah jarahan ISIS menurun dari 33 ribu barel per hari menjadi 21 ribu barel per hari. Namun IHS memperingatkan bahwa kelompok teroris ini bisa mengembalikan kemampuan mereka dengan cepat. Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 43 persen dari pendapatan ISIS masih berasal dari minyak.


Faktor lain penyebab ISIS kekurangan uang adalah karena hilangnya wilayah mereka di Irak dan Suriah. Menurut penelitian IHS, ISIS kehilangan sekitar 22 persen wilayahnya dalam 15 bulan terakhir.


Kelompok ISIS mulai mencoba untuk mengatasi kerugian dengan memberlakukan pajak. ”Penelitian kami telah menemukan bahwa ISIS meningkatkan pajak atas pelayanan dasar dan muncul dengan cara-cara baru untuk mendapatkan uang dari populasi,” ujar Carlino.

Pajak ini termasuk tol untuk supir truk dan biaya untuk siapa pun yang mencoba untuk meninggalkan kota,” ujar Carlino.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
42 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
2 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
3 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved