Rusia: Siapkan Serangan Besar, Ribuan Militan Al-Nusra Dekati Aleppo
Selasa, 12 April 2016 - 13:43 WIB
Rusia: Siapkan Serangan Besar, Ribuan Militan Al-Nusra Dekati Aleppo
A
A
A
MOSKOW - Militer Rusia menyatakan, hampir 10 ribu militan Jabhat Al-Nusra telah dikerahkan di dekat Kota Aleppo, Suriah untuk meluncurkan serangan besar.
”Menurut intelijen kami, sekitar 8 ribu militan Jabhat Al-Nusra telah dikerahkan dari barat daya Aleppo, sementara hingga 1.500 militan telah dikerahkan di sebelah utara Kota (Aleppo),” kata Kapala Operasi Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy.
”Hal ini diketahui bahwa serangan skala besar direncanakan (oleh Al-Nusra) untuk memotong jalur yang menghubungkan Aleppo dan Damaskus,” lanjut Rudskoy, seperti dikutip Russia Today, Selasa (12/4/2016).
Kelompok Jabhat Al-Nusra oleh PBB telahdimasukkan dalam daftar kelompok teroris dunia. Kelompok ini ikut membuat kekacauan di Suriah seperti halnya kelompok Islamic State (ISIS).
Kelompok Al-Nusra sebelumnya menyangkal akan ambil bagian dalam serangan besar di Kota Aleppo. Tudingan akan adanya serangan besar di Aleppo itu pertama kali muncul dari Pemerintah Suriah.
Menurut Rudskoy, Turki ikut terlibat dalam memasok senjata dan milisi untuk kelompok Al-Nusra di Suriah. ”Meskipun kemajuan telah dicapai dalam mengamankan gencatan senjata, Turki terus menyalurkan milisi laki-laki dan senjata ke Jabhat Al-Nusra,” ujar Rudskoy dalam konferensi pers di Moskow.
Gencatan senjata di Suriah sudah berlangsung enam minggu. Gencatan senjata itu tidak berlaku untuk ISIS, Al-Nusra dan kelompok teroris lain yang masuk daftar PBB. Gencatan senjata dipantau ketat oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS).
”Menurut intelijen kami, sekitar 8 ribu militan Jabhat Al-Nusra telah dikerahkan dari barat daya Aleppo, sementara hingga 1.500 militan telah dikerahkan di sebelah utara Kota (Aleppo),” kata Kapala Operasi Staf Umum Militer Rusia, Letnan Jenderal Sergei Rudskoy.
”Hal ini diketahui bahwa serangan skala besar direncanakan (oleh Al-Nusra) untuk memotong jalur yang menghubungkan Aleppo dan Damaskus,” lanjut Rudskoy, seperti dikutip Russia Today, Selasa (12/4/2016).
Kelompok Jabhat Al-Nusra oleh PBB telahdimasukkan dalam daftar kelompok teroris dunia. Kelompok ini ikut membuat kekacauan di Suriah seperti halnya kelompok Islamic State (ISIS).
Kelompok Al-Nusra sebelumnya menyangkal akan ambil bagian dalam serangan besar di Kota Aleppo. Tudingan akan adanya serangan besar di Aleppo itu pertama kali muncul dari Pemerintah Suriah.
Menurut Rudskoy, Turki ikut terlibat dalam memasok senjata dan milisi untuk kelompok Al-Nusra di Suriah. ”Meskipun kemajuan telah dicapai dalam mengamankan gencatan senjata, Turki terus menyalurkan milisi laki-laki dan senjata ke Jabhat Al-Nusra,” ujar Rudskoy dalam konferensi pers di Moskow.
Gencatan senjata di Suriah sudah berlangsung enam minggu. Gencatan senjata itu tidak berlaku untuk ISIS, Al-Nusra dan kelompok teroris lain yang masuk daftar PBB. Gencatan senjata dipantau ketat oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS).
(mas)