Rusia: Nasib Assad di Tangan Rakyat Suriah
Jum'at, 01 April 2016 - 22:38 WIB
Rusia: Nasib Assad di Tangan Rakyat Suriah
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengisyaratkan bahwa posisi Kremlin terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak berubah. Lavrov mengatakan, nasib Assad harus diputuskan oleh orang-orang Suriah, termasuk dalam pemilu yang bebas dan demokratis.
Hal itu dikatakan Lavrov menanggapi laporan yang menyatakan Sekretaris Amerika Serikat (AS), John Kerry mengatakan Rusia dan beberapa negara Arab sepakat tentang masa depan proses perdamaian Suriah, termasuk kepergian Assad dari Suriah. Demikian laporan yang diwartakan surat kabar Arab, al-Hayat.
"Mitra kami, Amerika Serikat, tidak bisa mengungkapkan formula ini secara terbuka. Hanya rakyat Suriah yang memutuskan semua pertanyaan tentang masa depan Suriah," kata Lavrov dalam konferensi pers seperti dinukil dari Reuters, Jumat (1/4/2016).
"Dan dalam kebocoran informasi yang mendistorsi realitas ini, kita jelas melihat ketidakmampuan Washington untuk memaksa sekutunya di kawasan itu dan di Eropa untuk memberikan rakyat Suriah hak berdaulat untuk menentukan nasib mereka serta siapa yang akan menjadi pemimpin mereka, "tambah Lavrov.
Hal itu dikatakan Lavrov menanggapi laporan yang menyatakan Sekretaris Amerika Serikat (AS), John Kerry mengatakan Rusia dan beberapa negara Arab sepakat tentang masa depan proses perdamaian Suriah, termasuk kepergian Assad dari Suriah. Demikian laporan yang diwartakan surat kabar Arab, al-Hayat.
"Mitra kami, Amerika Serikat, tidak bisa mengungkapkan formula ini secara terbuka. Hanya rakyat Suriah yang memutuskan semua pertanyaan tentang masa depan Suriah," kata Lavrov dalam konferensi pers seperti dinukil dari Reuters, Jumat (1/4/2016).
"Dan dalam kebocoran informasi yang mendistorsi realitas ini, kita jelas melihat ketidakmampuan Washington untuk memaksa sekutunya di kawasan itu dan di Eropa untuk memberikan rakyat Suriah hak berdaulat untuk menentukan nasib mereka serta siapa yang akan menjadi pemimpin mereka, "tambah Lavrov.
(ian)