Inilah Rambo Rusia yang Minta Dibombardir saat Dikepung ISIS

Rabu, 30 Maret 2016 - 09:23 WIB
Inilah Rambo Rusia yang...
Inilah Rambo Rusia yang Minta Dibombardir saat Dikepung ISIS
A A A
MOSKOW - Militer Moskow merahasiakan sosok pasukan khusus Rusia Spetsnaz yang dijuluki “Rambo” setelah minta dirinya dibunuh dengan dibombardir pesawat tempur ketika dikepung banyak militan ISIS di Palmyra, Suriah.

Dia minta dibombardir agar tewas bersama banyak militan Islamic State (ISIS) yang mengepungnya. Pemerintah Rusia menyebutnya sebagai pahlawan.

Sosok pasukan Spetznas itu kini terungkap. Dia bernama Alexander Prokhorenko, berusia 25 tahun. Dia secara heroik menelepon kru pesawat tempur Rusia agar menjatuhkan bom pada dirinya yang dikepung banyak militan ISIS.

(Baca juga: Tewas Ala Rambo saat Dikepung ISIS, Spetsnaz Rusia Dicap Pahlawan)

Foto-foto si “Rambo” Rusia ini telah dirilis sejumlah media Inggris. Salah satunya, foto Prokhorenko bersama istrinya, Ekaterina, yang sedang hamil anak pertama mereka.

Meski sang suami tewas secara heroik, Ekaterina mengaku tidak tahu jika suaminya bertugas di Suriah.

Salah satu sumber yang tahu tentang keluarga Prokhorenko, mengatakan bahwa pasukan Spetsnaz itu merasa seperti “orang paling berbahagia di dunia” ketika dia menikahi Ekaterina 18 bulan yang lalu.

Dia telah menerima banyak pujian dari militer dan publik Rusia atas keberanian dan pengorbanan nyawanya. Menurut surat kabar Rusia, Orenday, mengutip teman korban bernama Sasha, melaporkan bahwa pasukan Spetsnaz itu merasa semua impiannya telah terwujud.

“Karena memiliki istri terbaik di dunia dan melayani bangsa yang dicintainya,” tulis surat kabar itu, semalam (29/3/2016).

Militer Moskow sampai saat ini menolak mengidentifikasi sosok “Rambo” Rusia itu. ”Seorang perwira pasukan operasi khusus Rusia tewas di dekat Palmyra saat melaksanakan tugas khusus untuk mengarahkan serangan udara Rusia pada target kelompok ISIS,” bunyi pernyataan militer Rusia, melalui seorang juru bicara.

Petugas sedang melakukan tugas tempur di daerah Palmyra selama seminggu, mengidentifikasi target penting ISIS dan melewati koordinat yang tepat untuk serangan dengan pesawat Rusia,” lanjut pihak militer Rusia.

Petugas meninggal sebagai pahlawan, ia menarik api ke dirinya setelah dikelilingi oleh teroris.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Intel Asing Rusia: AS...
Intel Asing Rusia: AS Ingin Gunakan Militan Suriah untuk Culik Tentara Rusia dan Iran
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
18 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved