Sentil AS, Fidel Castro Bilang Kuba Tak Butuh Hadiah dari Imperialis!

Selasa, 29 Maret 2016 - 12:02 WIB
Sentil AS, Fidel Castro...
Sentil AS, Fidel Castro Bilang Kuba Tak Butuh Hadiah dari Imperialis!
A A A
HAVANA - Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, menyentil keras Amerika Serikat (AS) setelah kunjungan Presiden Barack Obama ke Havana. Dia menyatakan bahwa Kuba tidak butuh hadiah dari negara imperialis.

Kuba di bawah kepemimpinan adiknya, Raul Castro, telah mengakhiri permusuhan dengan AS. Namun, Fidel Castro tak sepenuhnya mendukung pemulihan hubungan diplomatik AS dengan negara komunis itu.

Kami tidak butuh imperialis memberikan hadiah apapun,tulis Fidel Castro dalam sebuah kolom di surat kabar Kuba, Granma, menanggapi kunjungan bersejarah Obama ke Havana beberapa hari lalu.

Dalam kunjungannya ke Havana, Obama tidak menemui Fidel Castro yang dijuluki “Bapak Revolusi Kuba” itu.

Mendengarkan kata-kata Presiden AS bisa memberikan siapa pun serangan jantung. Tidak ada yang punya ilusi apapun bahwa rakyat negara mulia dan tanpa pamrih ini akan menyerahkan kemuliaan, hak, dan kekayaan spiritual yang telah datang melalui pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan,” tulis Fidel Castro, yang dikutip IB Times, Selasa (29/3/2016).

Dalam kunjungan pertamanya ke Kuba, Obama menyerukan demokrasi dan kebebasan politik yang lebih besar di Havana. Obama dan Raul Castro, juga bertekad untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara, setelah hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan kembali pada bulan Desember 2014.


Namun, Fidel Castro seperti tak mau tahu dengan pemulihan hubungan diplomatik kedua negara ini. Dalam sebuah artikel 1.500 kata, dia “menyisir pidato Obama, dan mengingatkan para pembacanya perihal insiden Teluk Babi, di mana pasukan paramiliter CIA yang disponsori kelompok “buangan Kuba mencoba mengambil alih pulau pada tahun 1961, namun gagal.


Obama telah meminta Kongres AS mencabut embargo terhadap Kuba. Penjatuhan embargo inilah yang menjadi salah satu faktor kebuntuan utama dalam hubungan AS dan Kuba. Tapi, Obama tidak memiliki kekuatan tinggal untuk mencabut embargo itu.
(mas)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Hadapi Invasi Militer...
Hadapi Invasi Militer AS, Presiden Kuba: Akan Ada Pertumparah Darah
Kembali Dimasukan Dalam...
Kembali Dimasukan Dalam Daftar Negara Pendukung Teroris, Kuba Sebut AS Munafik
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
43 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved