Obama Didesak Perintahkan CIA Habisi Pemimpin ISIS
Jum'at, 25 Maret 2016 - 18:50 WIB
Obama Didesak Perintahkan CIA Habisi Pemimpin ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Para pemimpin komite intelijen Senat Amerika Serikat (AS) diam-diam mendesak Presiden Barack Obama untuk memerintahkan Central Intelligence Agency (CIA) membunuh pemimpin ISIS. Demikian laporan yang diturunkan oleh jaringan televisi AS, NBC News.
NBC News melaporkan, sebuah permohonan bipartisan baru-baru ini telah dikirim ke Obama untuk mempertimbangkan kembali pedoman kebijakan yang dikeluarkan pada tahun 2013. Dalam pedoman itu dinyatakan bahwa AS memilih militer daripada CIA untuk dapat melakukan pembunuhan terhadap mereka yang telah ditargetkan, seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (25/3/2016).
Permohonan itu dikirim sebelum serangan Brussels, kata NBC, mengutip para pejabat AS yang mengatakan bahwa Obama tidak mungkin untuk mengubah apa yang dia yakini, yaitu keberhasilan mendapatkan target bernilai tinggi.
Menurut NBC, Obama dan pejabat lainnya percaya bahwa memfokuskan diri pada perburuan seseorang hanya akan menyedot sumber daya dan tenaga dari misi uatam CIA yaitu spionase. Obama juga percaya bahwa sebagai masalah hukum dan kebijakan, jika seorang teroris harus dibunuh maka hal itu harus dilakukan oleh militer,
Untuk diketahui, pada awal kepresidenannya, Obama menggenjot CIA melakukan serangan rudal menggunakan pesawat tak berawak di Pakistan dan Yaman. Obama melihat hal itu sebagai alat yang efektif untuk menurunkan aksi kelompok ekstrimis Al-Qaeda. Namun, pada tahun 2013, sebuah panduan kebijakan dikeluarkan yang membatasi kegiatan drone CIA untuk pengumpulan data intelijen.
NBC News melaporkan, sebuah permohonan bipartisan baru-baru ini telah dikirim ke Obama untuk mempertimbangkan kembali pedoman kebijakan yang dikeluarkan pada tahun 2013. Dalam pedoman itu dinyatakan bahwa AS memilih militer daripada CIA untuk dapat melakukan pembunuhan terhadap mereka yang telah ditargetkan, seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (25/3/2016).
Permohonan itu dikirim sebelum serangan Brussels, kata NBC, mengutip para pejabat AS yang mengatakan bahwa Obama tidak mungkin untuk mengubah apa yang dia yakini, yaitu keberhasilan mendapatkan target bernilai tinggi.
Menurut NBC, Obama dan pejabat lainnya percaya bahwa memfokuskan diri pada perburuan seseorang hanya akan menyedot sumber daya dan tenaga dari misi uatam CIA yaitu spionase. Obama juga percaya bahwa sebagai masalah hukum dan kebijakan, jika seorang teroris harus dibunuh maka hal itu harus dilakukan oleh militer,
Untuk diketahui, pada awal kepresidenannya, Obama menggenjot CIA melakukan serangan rudal menggunakan pesawat tak berawak di Pakistan dan Yaman. Obama melihat hal itu sebagai alat yang efektif untuk menurunkan aksi kelompok ekstrimis Al-Qaeda. Namun, pada tahun 2013, sebuah panduan kebijakan dikeluarkan yang membatasi kegiatan drone CIA untuk pengumpulan data intelijen.
(ian)