Malaysia Tangkap 15 Orang yang Diduga Terkait ISIS
Kamis, 24 Maret 2016 - 22:34 WIB
Malaysia Tangkap 15 Orang yang Diduga Terkait ISIS
A
A
A
KUALA LUMPUR - Kepala Kepolisian Malaysia mengaku telah menangkap 15 orang, termasuk seorang polisi, yang dicurigai terkait dengan ISIS dan merencanakan serangan di negara itu.
"Antara 22 dan 24 Maret, cabang khusus unit anti-terorisme melancarkan operasi di tujuh negara bagian, termasuk ibukota Kuala Lumpur," kata Khalid. Ia menambahkan, bahwa tersangka termasuk satu teknisi pesawat dan seorang penceramah Muslim.
"Beberapa tersangka menerima perintah dari Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, seorang perekrut anggota ISIS asal Malaysia di Suriah, untuk melancarkan serangan di Malaysia," kata Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2016).
Selain itu, para tersangka juga berusaha mendapatkan bahan kimia untuk membuat bom. Mereka juga merekrut warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, mengumpulkan dana dari simpatisan ISIS di Malaysia dan mengatur penempatan anggota di dalam kelompok-kelompok militan di Asia Tenggara.
"Mereka terlibat dalam pengumpulan dana untuk disalurkan ke grup yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan dan mengatur pergerakan dua tersangka teroris asing dari Malaysia ke negara Asia Tenggara," jelasnya.
Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan awal bulan ini bahwa polisi telah menggagalkan plot Negara Islam menculik Perdana Menteri Najib Razak dan menteri senior lainnya tahun lalu.
"Antara 22 dan 24 Maret, cabang khusus unit anti-terorisme melancarkan operasi di tujuh negara bagian, termasuk ibukota Kuala Lumpur," kata Khalid. Ia menambahkan, bahwa tersangka termasuk satu teknisi pesawat dan seorang penceramah Muslim.
"Beberapa tersangka menerima perintah dari Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, seorang perekrut anggota ISIS asal Malaysia di Suriah, untuk melancarkan serangan di Malaysia," kata Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2016).
Selain itu, para tersangka juga berusaha mendapatkan bahan kimia untuk membuat bom. Mereka juga merekrut warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, mengumpulkan dana dari simpatisan ISIS di Malaysia dan mengatur penempatan anggota di dalam kelompok-kelompok militan di Asia Tenggara.
"Mereka terlibat dalam pengumpulan dana untuk disalurkan ke grup yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan dan mengatur pergerakan dua tersangka teroris asing dari Malaysia ke negara Asia Tenggara," jelasnya.
Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan awal bulan ini bahwa polisi telah menggagalkan plot Negara Islam menculik Perdana Menteri Najib Razak dan menteri senior lainnya tahun lalu.
(ian)