Jadi Donatur ISIS, Gadis Remaja Diciduk Polisi Australia
Rabu, 23 Maret 2016 - 15:51 WIB
Jadi Donatur ISIS, Gadis Remaja Diciduk Polisi Australia
A
A
A
CANBERRA - Pihak kepolisian Australia mengaku telah berhasil menangkap seorang gadis berusia 16 tahun dan seorang pria (20) karena dicurigai mengumpulkan dana untuk mendukung operasi kelompok ekstrimis ISIS.
Penangkapan yang dilakukan di pinggiran kota Sydney ini adalah bagian dari operasi kontra terorisme yang ditujukan untuk menggagalkan serangan kelompok radikal domestik. Operasi ini juga untuk memutus aliran dana kepada para pejuang asing di luar negeri.
"Kami mengantisipasi kedua orang ini akan segera diadili dan menghadiri persidangan dimana kami menduga salah satu diantara keduanya mendanai aksi terorisme," kata Deputi polisi negara bagian New South Wales, Komisaris Catherine Bakar, dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2016).
"Kami akan menyatakan bahwa mereka terlibat dalam memperoleh uang untuk dikirim ke luar negeri guna membantu kegiatan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS)," katanya.
Lembaga anti pencucian uang Australia pada laporan bulan November lalu menyatakan telah terjadi peningkatan transaksi keuangan hingga tiga kali lipat dalam rekening yang diduga milik kelompok militan. Jumlahnya mencapai hingga USD38 juta dan saat ini tengah diselidiki.
Dana ini kemungkinan digunakan untuk membantu memfasilitasi perjalanan pejuang asing ke Australia, demikian diungkapkan sebuah sumber di Polisi Federal Australia dalam kondisi anonimitas.
Penangkapan yang dilakukan di pinggiran kota Sydney ini adalah bagian dari operasi kontra terorisme yang ditujukan untuk menggagalkan serangan kelompok radikal domestik. Operasi ini juga untuk memutus aliran dana kepada para pejuang asing di luar negeri.
"Kami mengantisipasi kedua orang ini akan segera diadili dan menghadiri persidangan dimana kami menduga salah satu diantara keduanya mendanai aksi terorisme," kata Deputi polisi negara bagian New South Wales, Komisaris Catherine Bakar, dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2016).
"Kami akan menyatakan bahwa mereka terlibat dalam memperoleh uang untuk dikirim ke luar negeri guna membantu kegiatan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS)," katanya.
Lembaga anti pencucian uang Australia pada laporan bulan November lalu menyatakan telah terjadi peningkatan transaksi keuangan hingga tiga kali lipat dalam rekening yang diduga milik kelompok militan. Jumlahnya mencapai hingga USD38 juta dan saat ini tengah diselidiki.
Dana ini kemungkinan digunakan untuk membantu memfasilitasi perjalanan pejuang asing ke Australia, demikian diungkapkan sebuah sumber di Polisi Federal Australia dalam kondisi anonimitas.
(ian)