Pyongyang: Bila AS dan Korsel Bertindak Bodoh, Korut Luncurkan Perang
Kamis, 17 Maret 2016 - 11:41 WIB
Pyongyang: Bila AS dan Korsel Bertindak Bodoh, Korut Luncurkan Perang
A
A
A
PYONGYANG - Rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un, mengeluarkan ancaman anyar untuk meluncurkan serangan “pre-emptive” terhadap Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Bila kedua negara itu bertindak bodoh pada Pyongyang, Korut akan meluncurkan perang.
Peringatan terbaru rezim Kim Jong-un itu dikeluarkan dalam “pernyataan khusus”dari pemerintah, organisasi dan partai politik Korut.
“Sementara pementasan latihan militer terbesar yang pernah digelar bersama; Key Resolve dan Foal Eagle terhadap DPRK, musuh mendorong ke depan dengan ‘skenario serangan tahap 2’. Catatan kuncinya adalah operasi maju untuk menargetkan wilayah kunci strategis DPRK,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Korut melalui seorang juru bicara yang disiarkan kantor berita KCNA, Kamis (17/3/2016).
”Bila ada tanda sedikit dari operasi khusus mereka yang bodoh, Tentara Rakyat Korea segera akan meluncurkan perang untuk meluncurkan serangan pre-emptive tanpa ragu-ragu,” lanjut pernyataan itu.
Peringatan terbaru Korut itu sebagai ancaman terhadap latihan militer gabungan yang melibatkan lebih dari 300 ribu tentara Korsel dan 17 ribu tentara AS. Latihan, yang dikenal dengan kode “Key Resolve” dan “Foal Eagle” yang dimulai pada 7 Maret 2016. Tahap kedua latihan militer gabungan itu dimulai sejak 14 Maret 2016 lalu.
Washington telah secara signifikan meningkatkan manuver militernya dalam beberapa bulan setelah Pyongyang menguji coba senjata nuklir untuk keempat kalinya.
Belum maksud “pernyataan khusus” yang disiarkan rezim Korut dalam tanda kutip itu. Namun, pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan partai politik Korut secara kompak itu jarang terjadi.
Peringatan terbaru rezim Kim Jong-un itu dikeluarkan dalam “pernyataan khusus”dari pemerintah, organisasi dan partai politik Korut.
“Sementara pementasan latihan militer terbesar yang pernah digelar bersama; Key Resolve dan Foal Eagle terhadap DPRK, musuh mendorong ke depan dengan ‘skenario serangan tahap 2’. Catatan kuncinya adalah operasi maju untuk menargetkan wilayah kunci strategis DPRK,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Korut melalui seorang juru bicara yang disiarkan kantor berita KCNA, Kamis (17/3/2016).
”Bila ada tanda sedikit dari operasi khusus mereka yang bodoh, Tentara Rakyat Korea segera akan meluncurkan perang untuk meluncurkan serangan pre-emptive tanpa ragu-ragu,” lanjut pernyataan itu.
Peringatan terbaru Korut itu sebagai ancaman terhadap latihan militer gabungan yang melibatkan lebih dari 300 ribu tentara Korsel dan 17 ribu tentara AS. Latihan, yang dikenal dengan kode “Key Resolve” dan “Foal Eagle” yang dimulai pada 7 Maret 2016. Tahap kedua latihan militer gabungan itu dimulai sejak 14 Maret 2016 lalu.
Washington telah secara signifikan meningkatkan manuver militernya dalam beberapa bulan setelah Pyongyang menguji coba senjata nuklir untuk keempat kalinya.
Belum maksud “pernyataan khusus” yang disiarkan rezim Korut dalam tanda kutip itu. Namun, pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan partai politik Korut secara kompak itu jarang terjadi.
(mas)