Iran Kembali Bikin AS Naik Pitam
Rabu, 09 Maret 2016 - 14:15 WIB
Iran Kembali Bikin AS Naik Pitam
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kembali dibuat kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Iran. Teraktual, AS dibuat kesal oleh tindaan Iran yang kembali melakukan uji coba rudal terbarunya.
Iran dikabarkan kembali melakukan uji coba rudal balistik terbaru mereka, kemarin. Menanggapi kabar ini, ketua Parlemen AS Paul Ryan menuturkan, pihaknya tengah membahas sanksi baru terhadap Iran, sebagai respon atas uji coba rudal itu.
"Anggota Parlemen akan terus menekan sanksi baru terhadap Teheran, sampai rezim menghentikan kekerasan, serta perilaku provokatif terhadap AS dan sekutu-sekutu kami," kata politisi dari partai Republik itu.
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner menuturkan, pihaknya tengah meninjau insiden tersebut, sebelum mengambil respon. "Jika dikonfirmasi, kami akan membawa hal ini ke Dewan Keamanan U.N. dan mencari respons yang tepat," ucap Toner, sepeti dilansir Al Arabiya pada Rabu (9/3).
"Kami juga terus menerapkan kebijakan unilateral yang yang agresif, untuk melawan ancaman dari program rudal Iran," sambungnya.
Sebuah laporan televisi pemerintah Iran menunjukkan, sebuah rudal yang ditembakkan dari silo bawah tanah pada Selasa tengah malam. Rudal itu diketahui adalah rudal jarak menengah, Qiam-1. Menurut Komandan Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, rudal mereka berhasil mengenai target dengan jarak 700 kilometer.
Iran dikabarkan kembali melakukan uji coba rudal balistik terbaru mereka, kemarin. Menanggapi kabar ini, ketua Parlemen AS Paul Ryan menuturkan, pihaknya tengah membahas sanksi baru terhadap Iran, sebagai respon atas uji coba rudal itu.
"Anggota Parlemen akan terus menekan sanksi baru terhadap Teheran, sampai rezim menghentikan kekerasan, serta perilaku provokatif terhadap AS dan sekutu-sekutu kami," kata politisi dari partai Republik itu.
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner menuturkan, pihaknya tengah meninjau insiden tersebut, sebelum mengambil respon. "Jika dikonfirmasi, kami akan membawa hal ini ke Dewan Keamanan U.N. dan mencari respons yang tepat," ucap Toner, sepeti dilansir Al Arabiya pada Rabu (9/3).
"Kami juga terus menerapkan kebijakan unilateral yang yang agresif, untuk melawan ancaman dari program rudal Iran," sambungnya.
Sebuah laporan televisi pemerintah Iran menunjukkan, sebuah rudal yang ditembakkan dari silo bawah tanah pada Selasa tengah malam. Rudal itu diketahui adalah rudal jarak menengah, Qiam-1. Menurut Komandan Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, rudal mereka berhasil mengenai target dengan jarak 700 kilometer.
(esn)