Tolak Kompromi, Rakyat Rusia Tuntut Turki Minta Maaf
Senin, 29 Februari 2016 - 17:53 WIB
Tolak Kompromi, Rakyat Rusia Tuntut Turki Minta Maaf
A
A
A
MOSKOW - Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga penelitian milik Rusia mengungkapkan, mayoritas warga di negara itu menolak kompromi dengan Turki, serta menganggap Turki bersalah dan harus mendapatkan sanksi bilateral.
Menurut hasil jajak pendapat, sekitar 78% dari warga Rusia menentang kompromi dengan Turki sampai Ankara resmi meminta maaf karena menembak jatuh pesawat Su-24 pada akhir tahun lalu. Sementara hanya 11% dari warga Rusia yang merasa Moskow harus memulihkan hubungannya dengan Turki meski negara itu tidak mau meminta maaf.
Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Publik Pusat Penelitian Opini Rusia (VTsIOM). "Sebagian besar warga negara kita tidak merasa konsekuensi negatif akibat istirahat (dalam hubungan) dengan Ankara," ujar seorang sosiolog seperti dilansir dari TASS, Senin (29/2/2016).
Selain itu, setengah dari responden yaitu 54% mengatakan, Turki adalah pihak yang salah dalam konflik saat ini dan harus menerima sanksi bilateral. Sedangkan 35% lainnya mengatakan kedua negara mempunyai andil dalam krisis tersebut. Jajak pendapat ini dilakukan pada Februari 6-7 antara 1.600 responden di 46 wilayah Rusia.
Pada 24 November lalu, Turki menembak jatuh pesawat bomber Rusia Su-24 di dekat perbatasan Suriah dengan Turki. Seorang pilot Rusia tewas dalam insiden itu akibat ditembak kelompok pemberontak. Sejak saat itu hubungan kedua negara memburuk, dan Turki menolak untuk meminta maaf.
Menurut hasil jajak pendapat, sekitar 78% dari warga Rusia menentang kompromi dengan Turki sampai Ankara resmi meminta maaf karena menembak jatuh pesawat Su-24 pada akhir tahun lalu. Sementara hanya 11% dari warga Rusia yang merasa Moskow harus memulihkan hubungannya dengan Turki meski negara itu tidak mau meminta maaf.
Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Publik Pusat Penelitian Opini Rusia (VTsIOM). "Sebagian besar warga negara kita tidak merasa konsekuensi negatif akibat istirahat (dalam hubungan) dengan Ankara," ujar seorang sosiolog seperti dilansir dari TASS, Senin (29/2/2016).
Selain itu, setengah dari responden yaitu 54% mengatakan, Turki adalah pihak yang salah dalam konflik saat ini dan harus menerima sanksi bilateral. Sedangkan 35% lainnya mengatakan kedua negara mempunyai andil dalam krisis tersebut. Jajak pendapat ini dilakukan pada Februari 6-7 antara 1.600 responden di 46 wilayah Rusia.
Pada 24 November lalu, Turki menembak jatuh pesawat bomber Rusia Su-24 di dekat perbatasan Suriah dengan Turki. Seorang pilot Rusia tewas dalam insiden itu akibat ditembak kelompok pemberontak. Sejak saat itu hubungan kedua negara memburuk, dan Turki menolak untuk meminta maaf.
(ian)