Erdogan Tuding Rusia Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan di Suriah
Sabtu, 06 Februari 2016 - 23:19 WIB
Erdogan Tuding Rusia Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan di Suriah
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, Rusia harus bertanggung jawab atas korban tewas di Suriah. Menurutnya, Moskow dan Damaskus bersama-sama bertanggung jawab untuk 400.000 kematian di Suriah.
"Rusia harus bertanggung jawab untuk orang-orang yang telah terbunuh di perbatasan Suriah. Dengan bekerja sama dengan rezim Suriah, jumlah orang yang mereka telah ddibunuh mencapai 400.000," kata Erdogan seperti dikutip Reuters dari Dogan, Sabtu (6/2/2016).
Erdogan mengungkapkan hal saat konferensi pers bersama dengan koleganya dari Senegal. Sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Afrika barat, Erdogan juga sempat mengatakan Rusia terlibat dalam invasi Suriah. Ia menuding Rusia mencoba untuk mendirikan sebuah "negara butik" untuk sekutu lamanya Presiden Bashar al-Assad.
Pernyataan Erdogan ini semakin membuat panas hubungan Turki dan Rusia. Sebelumnya, Rusia menuduh Turki mempersiapkan serangan militer ke Suriah utara. Ankara telah diberhentikan ini sebagai propaganda dimaksudkan untuk menyembunyikan sendiri "kejahatan" Rusia.
Hubungan kedua negara memburuk setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia pada bulan November lalu. Turki beralasan, pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah perbatasan.
"Rusia harus bertanggung jawab untuk orang-orang yang telah terbunuh di perbatasan Suriah. Dengan bekerja sama dengan rezim Suriah, jumlah orang yang mereka telah ddibunuh mencapai 400.000," kata Erdogan seperti dikutip Reuters dari Dogan, Sabtu (6/2/2016).
Erdogan mengungkapkan hal saat konferensi pers bersama dengan koleganya dari Senegal. Sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Afrika barat, Erdogan juga sempat mengatakan Rusia terlibat dalam invasi Suriah. Ia menuding Rusia mencoba untuk mendirikan sebuah "negara butik" untuk sekutu lamanya Presiden Bashar al-Assad.
Pernyataan Erdogan ini semakin membuat panas hubungan Turki dan Rusia. Sebelumnya, Rusia menuduh Turki mempersiapkan serangan militer ke Suriah utara. Ankara telah diberhentikan ini sebagai propaganda dimaksudkan untuk menyembunyikan sendiri "kejahatan" Rusia.
Hubungan kedua negara memburuk setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia pada bulan November lalu. Turki beralasan, pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah perbatasan.
(ian)