ISIS Ancam Lakukan Pembantaian Terbesar di Inggris

Senin, 01 Februari 2016 - 08:41 WIB
ISIS Ancam Lakukan Pembantaian...
ISIS Ancam Lakukan Pembantaian Terbesar di Inggris
A A A
LONDON - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengancam akan melakukan pembantaian terbesar di Inggris. ISIS mengklaim pembantaian akan mengubah warna rambut anak-anak Inggris jadi putih dan jauh lebih parah dari teror di Paris.

Kelompok itu, dalam propaganda terornya kembali mencatut nama Islam. Di mana, ancamann pembanatian di Inggris diklaim ISIS sebagai deklarasi perang terhadap umat Islam.

Ancaman ISIS itu muncul dalam sebuah tulisan yang diterbitkan media Timur Tengah dan Inggris. Koran Al-Naba, misalnya, menulis bahwa ISIS sudah memperingatkan agar Inggris siap untuk menghadapi serangan yang lebih parah serangan di Paris pada bulan November 2015 yang menewaskan 130 orang.

Sedangkan media Inggris, The Sunday Times semalam, menulis ancaman ISIS terhadap Inggris disertai pujian terhadap algojonya yang tewas oleh serangan pesawat nirawak Amerika Serikat (AS) di Suriah, Mohammed Emwazi alis Jihadi John.

Kata-katanya tidak akan pernah mati,” bunyi pesan kelompok ISIS mengacu pada sosok Emwazi. ”Pesannya untuk pembantaian tidak berakhir dengan darah tentara kekhalifahan yang mengirimkannya ke Prancis dengan cara khusus,” lanjut pesan ISIS. “Hal itu akan mengubah rambut anak-anak untuk menjadi putih.”

Ancaman ISIS itu muncul setelah sepekan sebelumnya, kelompok itu merilis video yang menampilkan sembilan pelaku pembantian di Paris, termasuk pemimpinnya Abdelhamid Abaaoud.


Media Inggris mengidentifikasi dua lokasi penting di Inggris yang berpotensi jadi sasaran serangan ISIS. Kedua lokasi itu adalah Istana Buckingham dan National Gallery di pusat Kota London.


Seorang juru bicara Istana Bukcingham, menolak menanggapi ancaman ISIS. ”Kami tidak pernah mengomentari masalah keamanan,” bunyi pernyataan juru bicara istana.

Sedangkan National Gallery di Trafalgar Square berpotensi jadi target serangan ISIS, karena lokasi itu dikunjungi banyak orang. Setiap tahunnya, lebih dari 6 juta orang berkunjung ke lokasi tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Tersangka Utama Serangan...
Tersangka Utama Serangan Teror Paris Sebut Dirinya Tentara ISIS
Tak Setuju Serangan...
Tak Setuju Serangan Teror ISIS, Suami Shamima Begum Diam Saat Ditanya Aksi Penggal Kepala
Siapa ISIS-Khorasan?...
Siapa ISIS-Khorasan? Kelompok yang Menyerang Gedung Konser Moskow
Bagaimana ISIS-Khorasan...
Bagaimana ISIS-Khorasan Menarget Rusia?
Siapa Abu Hafs al-Hashimi...
Siapa Abu Hafs al-Hashimi al-Qurayshi? Pemimpin ISIS Berambisi Menyebar Teror ke Seluruh Eropa
4 Alasan ISIS Mulai...
4 Alasan ISIS Mulai Serang Rusia
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
10 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved