Kurdi Bantah Telah Lakukan Kejahatan Perang
Kamis, 21 Januari 2016 - 15:20 WIB
Kurdi Bantah Telah Lakukan Kejahatan Perang
A
A
A
ERBIL - Pemerintah Kurdi Irak membantah laporan Amnesty Internasional yang menyebut bahwa mereka telah melakukan kejahatan perang. Amensty mengatakan, Peshmerga telah menghancurkan ribuan rumah dan mengusir ribuan warga di sejumlah wilayah di Irak utara, yang menurut mereka masuk dalam kategori kejahatan perang.
Kepala Staf Departemen Peshmerga, Jabar Yawar mengatakan laporan Amensty adalah sesuatu yang tidak berdasar, dan juga tidak berimbang. Amnesty, lanjut Yawar hanya menggunakan satu sumber, yakni sumber mereka di lapangan.
"Laporan ini dibuat berdasarkan keterangan satu sumber. Mereka telah diberi satu sisi kesempatan untuk berbicara dan bukan yang lain. Amnesty tidak pernah mengulurkan tangan kepada kami atau meminta keterangan kita dalam membuat laporan itu," ucap Yawar.
"Jika mereka berniat mengunjungi kami, maka kami akan memberi mereka bukti kuat dan menunjukkan bahwa tuduhan yang mereka buat tidak memiliki dasar," sambungnya, seperti dilansir Ekurd pada Kamis (21/1).
Yawar meyakini orang-orang yang dimintai keterangan oleh Amensty mungkin saja pendukung atau bahkan anggota dari ISIS. "Tuduhan ini dibuat oleh orang-orang yang terkait dengan ISIS," imbuhnya.
"Mereka menuduh kami karena mereka kehilangan wilayah mereka . Seluruh dunia tahu kita berhadapan dengan kelompok teroris yang bertujuan menghancurkan apapun dimana mereka berada," pungkasnya.
Kepala Staf Departemen Peshmerga, Jabar Yawar mengatakan laporan Amensty adalah sesuatu yang tidak berdasar, dan juga tidak berimbang. Amnesty, lanjut Yawar hanya menggunakan satu sumber, yakni sumber mereka di lapangan.
"Laporan ini dibuat berdasarkan keterangan satu sumber. Mereka telah diberi satu sisi kesempatan untuk berbicara dan bukan yang lain. Amnesty tidak pernah mengulurkan tangan kepada kami atau meminta keterangan kita dalam membuat laporan itu," ucap Yawar.
"Jika mereka berniat mengunjungi kami, maka kami akan memberi mereka bukti kuat dan menunjukkan bahwa tuduhan yang mereka buat tidak memiliki dasar," sambungnya, seperti dilansir Ekurd pada Kamis (21/1).
Yawar meyakini orang-orang yang dimintai keterangan oleh Amensty mungkin saja pendukung atau bahkan anggota dari ISIS. "Tuduhan ini dibuat oleh orang-orang yang terkait dengan ISIS," imbuhnya.
"Mereka menuduh kami karena mereka kehilangan wilayah mereka . Seluruh dunia tahu kita berhadapan dengan kelompok teroris yang bertujuan menghancurkan apapun dimana mereka berada," pungkasnya.
(esn)