Saudi Tuduh Iran Penebar Hasutan, Kerusuhan dan Kekacauan
Rabu, 20 Januari 2016 - 11:02 WIB
Saudi Tuduh Iran Penebar Hasutan, Kerusuhan dan Kekacauan
A
A
A
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi menuduh Iran memiliki rekor hampir empat dekade sebagai penebar hasutan, kerusuhan dan kekacauan. Tuduhan itu muncul dalam sebuah pernyataan yang dirilis Saudi Press Agency (SPA).
”Sejak revolusi Iran tahun 1979, Iran telah mencetakrekor menyebarkan hasutan, kerusuhan dan kekacauan di kawasan itu,” tulis kantor berita Pemerintah Saudi itu mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi.
”Selama periode yang sama, Kerajaan (Saudi) telah mempertahankan kebijakan menahan diri meskipun telah mengalami hal-hal--seperti yang telah dialami negara-negara tetangga. Konsekuensi dari kebijakan agresif Iran yang terus-menerus,” lanjut pernyataan itu, yang dilansir Rabu (20/1/2016).
(Baca juga: Iran Tuduh Saudi Cari Alasan untuk Kobarkan Ketegangan)
Pejabat kementerian yang menolak diidentifikasi itu mengatakan bahwa kebijakan Iran didasarkan pada ide mengekspor revolusi.”Iran merekrut milisi di Irak, Libanon, Suriah, dan Yaman,” ujar pejabat itu yang menuduh Iran mendukung terorisme.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran telah memuncak sejak awal bulan ini ketika Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Tindakan Saudi itu sebagai respons atas amuk massa di Iran yang membakar kantor Kedutaan Besar Saudi di Iran saat memprotes eksekusi ulama Syiah Saudi, Nimr Baqir Al-Nimr.
”Sejak revolusi Iran tahun 1979, Iran telah mencetakrekor menyebarkan hasutan, kerusuhan dan kekacauan di kawasan itu,” tulis kantor berita Pemerintah Saudi itu mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi.
”Selama periode yang sama, Kerajaan (Saudi) telah mempertahankan kebijakan menahan diri meskipun telah mengalami hal-hal--seperti yang telah dialami negara-negara tetangga. Konsekuensi dari kebijakan agresif Iran yang terus-menerus,” lanjut pernyataan itu, yang dilansir Rabu (20/1/2016).
(Baca juga: Iran Tuduh Saudi Cari Alasan untuk Kobarkan Ketegangan)
Pejabat kementerian yang menolak diidentifikasi itu mengatakan bahwa kebijakan Iran didasarkan pada ide mengekspor revolusi.”Iran merekrut milisi di Irak, Libanon, Suriah, dan Yaman,” ujar pejabat itu yang menuduh Iran mendukung terorisme.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran telah memuncak sejak awal bulan ini ketika Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Tindakan Saudi itu sebagai respons atas amuk massa di Iran yang membakar kantor Kedutaan Besar Saudi di Iran saat memprotes eksekusi ulama Syiah Saudi, Nimr Baqir Al-Nimr.
(mas)