DK PBB Bahas Pengiriman Senjata dari Turki ke Suriah
Selasa, 05 Januari 2016 - 20:49 WIB
DK PBB Bahas Pengiriman Senjata dari Turki ke Suriah
A
A
A
NEW YORK - Utusan tetap Uruguay untuk PBB, Elbio Rosselli, yang mendapat giliran memimpin Dewan Keamanan (DK) PBB untuk bulan Januari mengatakan pihaknya akan membahas pengiriman senjata dari Turki ke Suriah atas permintaan Rusia. Pembahasan itu akan dilakukan secara tertutup.
"Ya, pertanyaan tentang pengiriman senjata di perbatasan Turki-Suriah akan dibahas hari Selasa (hari ini) sebagai bagian dari diskusi umum. Konsultasi dilakukan atas permintaan Rusia," kata Rosselli.
Menurut Rosselli, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik Jeffrey Feltman akan memberikan laporannya, seperti dilansir dari TASS, Selasa (5/1/2016).
Sebelumnya, pada Desember 2015, Deputi Utusan Tetap Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov mengatakan, Moskow sangat prihatin dengan pasokan senjata yang berkelanjutan untuk Suriah. Safronkov juga mengatakan keprihatinannya atas penetrasi teroris ke negara itu melalui pos pemeriksaan yang dimonitor PBB, dimana pengamat PBB seharusnya memeriksa kargo bantuan.
Safronkov mengatakan, Rusia telah menyarankan untuk menerapkan mekanisme pengawasan PBB untuk semua kargo menuju Suriah, termasuk yang dinyatakan sebagai kargo bantuan.
Namun, DK PBB mengabaikan inisiatif Rusia seperti mempersiapkan Resolusi 2258 yang memberikan kewenangan pengiriman kargo bantuan ke daerah konflik yang dilanda Suriah langsung dari wilayah negara-negara tetangga sampai dengan 10 Januari 2017.
"Ya, pertanyaan tentang pengiriman senjata di perbatasan Turki-Suriah akan dibahas hari Selasa (hari ini) sebagai bagian dari diskusi umum. Konsultasi dilakukan atas permintaan Rusia," kata Rosselli.
Menurut Rosselli, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik Jeffrey Feltman akan memberikan laporannya, seperti dilansir dari TASS, Selasa (5/1/2016).
Sebelumnya, pada Desember 2015, Deputi Utusan Tetap Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov mengatakan, Moskow sangat prihatin dengan pasokan senjata yang berkelanjutan untuk Suriah. Safronkov juga mengatakan keprihatinannya atas penetrasi teroris ke negara itu melalui pos pemeriksaan yang dimonitor PBB, dimana pengamat PBB seharusnya memeriksa kargo bantuan.
Safronkov mengatakan, Rusia telah menyarankan untuk menerapkan mekanisme pengawasan PBB untuk semua kargo menuju Suriah, termasuk yang dinyatakan sebagai kargo bantuan.
Namun, DK PBB mengabaikan inisiatif Rusia seperti mempersiapkan Resolusi 2258 yang memberikan kewenangan pengiriman kargo bantuan ke daerah konflik yang dilanda Suriah langsung dari wilayah negara-negara tetangga sampai dengan 10 Januari 2017.
(ian)