Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
Kamis, 09 Juli 2026 - 03:30 WIB
loading...
Adnan Al Jumaili, wakil menteri perminyakan Iran simpan uang korupsi di galon dan ditimbun di tanah. Foto/X/@Alladdin1983
A
A
A
BAGHDAD - Pejabat keamanan Irak menangkap Adnan Al Jumaili, wakil menteri perminyakan untuk urusan penyulingan, dalam sebuah langkah yang menggarisbawahi sikap agresif Perdana Menteri Ali Al Zaidi terhadap korupsi.
Melansir The National News, penangkapan dilakukan oleh pasukan khusus dan tim dari Komisi Integritas Federal di provinsi Salaheddin, utara Baghdad, kata seorang pejabat keamanan.
"Dia tidak sendirian, dia memiliki koneksi yang luas dan telah membangun jaringan patronase untuk melayani beberapa politisi senior dan partai politik," katanya, menambahkan bahwa beberapa karyawan juga telah ditangkap dan yang lainnya masih buron. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Penahanan Al Jumaili adalah penangkapan paling menonjol sejak Perdana Menteri menjabat bulan lalu.
Al Zaidi mengatakan upaya tersebut merupakan bukti bahwa korupsi di sektor minyak Irak beroperasi pada skala di mana para pejabat senior percaya bahwa mereka dapat membeli jalan keluar dari penuntutan. Episode ini sesuai dengan pola yang menjelaskan mengapa Irak secara konsisten berada di peringkat rendah dalam indeks korupsi global.
Melansir The National News, penangkapan dilakukan oleh pasukan khusus dan tim dari Komisi Integritas Federal di provinsi Salaheddin, utara Baghdad, kata seorang pejabat keamanan.
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
1. Dijuluki Paus Kementerian Perminyakan
Menteri Komunikasi Mustafa Sanad mengkonfirmasi penangkapan tersebut di halaman Facebook-nya, menggambarkan Al Jumaili sebagai "paus" Kementerian Perminyakan dan menuduhnya sebagai penyandang dana partai politik. Sanad menuduh Al Jumaili "menggelapkan dana" dari kilang minyak di Beiji, Doura, Maysan, dan Shuaiba.2. Memiliki Koneksi yang Luas
Investigasi sedang berlangsung dan kemungkinan akan mengarah pada penangkapan lebih lanjut, kata pejabat keamanan tersebut. Pihak berwenang telah menyelidiki suap dan penggelapan senilai miliaran dolar, terutama dalam kontrak kilang minyak, tambahnya."Dia tidak sendirian, dia memiliki koneksi yang luas dan telah membangun jaringan patronase untuk melayani beberapa politisi senior dan partai politik," katanya, menambahkan bahwa beberapa karyawan juga telah ditangkap dan yang lainnya masih buron. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Penahanan Al Jumaili adalah penangkapan paling menonjol sejak Perdana Menteri menjabat bulan lalu.
3. Berusaha Menyuap Pejabat saat Ditangkap
Dalam pertemuan dengan media lokal pada hari Sabtu, Al Zaidi mengklaim bahwa Al Jumaili telah mencoba untuk mengamankan pembebasannya melalui tawaran suap yang disampaikan oleh seorang mediator, menurut dua orang yang hadir dalam pertemuan tersebut. Tawaran itu datang tak lama setelah penangkapan dan mengusulkan pembayaran sebesar USD200 juta sebagai imbalan untuk membatalkan kasus tersebut.Al Zaidi mengatakan upaya tersebut merupakan bukti bahwa korupsi di sektor minyak Irak beroperasi pada skala di mana para pejabat senior percaya bahwa mereka dapat membeli jalan keluar dari penuntutan. Episode ini sesuai dengan pola yang menjelaskan mengapa Irak secara konsisten berada di peringkat rendah dalam indeks korupsi global.
4. Reformasi Besar-besaran di Irak
Penangkapan tersebut bertepatan dengan pengumuman Al Zaidi tentang Dewan Tertinggi untuk Integritas, Pengawasan, dan Pemulihan Dana Publik, sebuah badan tingkat tinggi yang dirancang untuk memperketat kontrol atas pengeluaran pemerintah dan mengurangi pemborosan keuangan.Lihat Juga :