Wanita Cantik Ini Ditolak Masuk Australia karena Kelahiran Suriah

Jum'at, 25 Desember 2015 - 10:40 WIB
Wanita Cantik Ini Ditolak...
Wanita Cantik Ini Ditolak Masuk Australia karena Kelahiran Suriah
A A A
LONDON - Wanita cantik asal Inggris bernama Zahra Ramadani, 30, ditolak masuk ke Australia, hanya karena dia lahir di Suriah. Padahal, Zahra, meninggalkan Suriah sejak dia berusia empat tahun.

Zahra yang tercatat sebagai warga London, mempertanyakan mengapa dia belum mendapatkan visa untuk liburan dua minggu ke Australia. Padahal teman-temannya sudah diizinkan masuk.

Wanita itu mengklaim bawha dia sudah berhasil mengisi aplikasi untuk Travel Authority Electronic (ETA). Tetapi Komisi Tinggi terkait kemudian memberitahu dia bahwa aplikasinya dicabut dan dia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa Australia. Kejadian itu dialami Zahra saat menjalani pemeriksaan untuk persiapan terbang ke Australia.

Zahra Ramadani dijadwalkan terbang ke Australia pada tanggal 24 Desember 2015 dengan seorang teman.”Saya bertanya apa yang salah. Saya mendapat balasan (dari Komisi Tinggi) yang mengatakan (visa) itu dikeluarkan dalam kesalahan dan itu membutuhkan waktu yang lebih untuk pengolahan,” kata Zahra kepada ABC News.


Zahra telah merencanakan untuk tinggal di Australia sampai 1 Januari 2016 setelah menghabiskan malam Tahun Baru di Sydney dan kemudian melakukan perjalanan ke Selandia Baru selama 17 hari ke depan.

Zahra Ramadani mengatakan kepada The Guardian bahwa dia yakin ditolak masuk ke Australia karena dia lahir di Suriah. ”Saya benar-benar kecewa karena saya warga negara Inggris dan saya telah tinggal di sini untuk sebagian besar waktu hidup saya. Saya taat hukum dan saya menjalani hidup sebagai warga London secara normal. Saya tidak jauh dari agama,” ujarnya, yang dilansir Jumat (25/12/2015).

Sebelumnya, Ajmal Masroor, 44, warga London utara mengklaim bahwa dia dilarang naik pesawat Virgin Atlantic dari Heathrow ke New York pekan lalu oleh staf Kedutaan AS yang mengatakan visa bisnisnya telah dicabut.

”Saya benar-benar marah karena liburan saya dimaksudkan untuk dimulai pada hari Kamis. Ini menghancurkan teman saya juga. Kami memesan tiket dan akomodasi tiga bulan yang lalu dan saya sudah menabung. Saya sudah tidak punya waktu luang tahun ini dan telah bekerja sangat keras untuk ini,” kesal warga Muslim.
(mas)
Berita Terkait
Wanita dan Anak Warga...
Wanita dan Anak Warga Australia Diculik dari Kamp Pengungsi Suriah
Pengadilan Inggris Tetapkan...
Pengadilan Inggris Tetapkan Shamima Begum Bisa Kembali dari Suriah
Assad Punya Rp1,1 Triliun...
Assad Punya Rp1,1 Triliun di Rekening Bank Inggris yang Dibekukan
Teroris ISIS Neil Christopher...
Teroris ISIS Neil Christopher Prakash Dipulangkan ke Australia
Inggris Potong Bantuan,...
Inggris Potong Bantuan, 40 Ribu Anak Suriah Berhenti Sekolah
Inggris Dilaporkan Selidiki...
Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
1 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
2 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
3 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
4 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
5 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
6 jam yang lalu
Infografis
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved