Obama: Assad Sudah Kehilangan Legitimasi
Sabtu, 19 Desember 2015 - 16:17 WIB
Obama: Assad Sudah Kehilangan Legitimasi
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menilai saat ini Presiden Suriah Bashar al-Assad sudah kehilangan legitimasi di mata rakyatnya. Oleh karena itu, Assad seharusnya sadar diri dan mundur dari jabatannya saat ini.
Berbicara saat menggelar konfrensi pers akhir tahun di Gedung Putin, Obama menyatakan perdamaian akan sangat sulit dicapai jika Assad tidak segera mundur. Alasannya, karena masyarakat Suriah sudah tidak percaya lagi pada Assad, sehingga mereka tidak akan mendengarkan apa yang diutarakan Assad.
"Pandangan kami bahwa Anda tidak dapat membawa perdamaian ke Suriah, Anda tidak bisa mengakhiri perang saudara kecuali Anda memiliki pemerintah yang diakui sebagai pemerintah yang sah oleh mayoritas penduduk negara itu," ucap Obama, seperti dilansir CNTV pada Sabtu (19/12).
Selain itu, Obama menambahkan bahwa keberadaan Assad di Suriah juga berkontribusi besar pada goyahnya stabilitas di Suriah, yang berujungnya dengan munculnya ISIS di negara tersebut.
Pernyataan Obama ini sejatinya tidak mengejutkan dan bukanlah sesuatu yang baru. AS, bersama sejumlah sekutu mereka adalah pihak yang mendukung oposisi Suriah, dan pendukung kuat berakhirnya rezim Assad di Suriah.
Berbicara saat menggelar konfrensi pers akhir tahun di Gedung Putin, Obama menyatakan perdamaian akan sangat sulit dicapai jika Assad tidak segera mundur. Alasannya, karena masyarakat Suriah sudah tidak percaya lagi pada Assad, sehingga mereka tidak akan mendengarkan apa yang diutarakan Assad.
"Pandangan kami bahwa Anda tidak dapat membawa perdamaian ke Suriah, Anda tidak bisa mengakhiri perang saudara kecuali Anda memiliki pemerintah yang diakui sebagai pemerintah yang sah oleh mayoritas penduduk negara itu," ucap Obama, seperti dilansir CNTV pada Sabtu (19/12).
Selain itu, Obama menambahkan bahwa keberadaan Assad di Suriah juga berkontribusi besar pada goyahnya stabilitas di Suriah, yang berujungnya dengan munculnya ISIS di negara tersebut.
Pernyataan Obama ini sejatinya tidak mengejutkan dan bukanlah sesuatu yang baru. AS, bersama sejumlah sekutu mereka adalah pihak yang mendukung oposisi Suriah, dan pendukung kuat berakhirnya rezim Assad di Suriah.
(esn)