Turki Sebut Tuduhan Rusia Hanya Propaganda Ala Soviet
Kamis, 03 Desember 2015 - 22:26 WIB
Turki Sebut Tuduhan Rusia Hanya Propaganda Ala Soviet
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu menolak tuduhan Rusia yang menyatakan Turki membeli minyak dari ISIS. Menurut Davutoglu, tudingan itu tidak lebih dari sebuah propaganda ala Uni Soviet di era perang dingin.
"Pada periode Perang Dingin, Uni Soviet mempunyai mesin propaganda. Ini adalah tradisi lama, tapi kemudian diangkat lagi. Tidak ada kebenaran yang menempel pada kebohongan bergaya mesin propaganda ala Uni Soviet," kata Davutoglu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/12/2015).
Menurut Davutoglu, penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Rusia telah menunjukkan bahwa Moskow telah menjajakan narasi palsu.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka mempunyai bukti jika Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan keluarganya mendapatkan keuntungan dari penyelundupan minyak ilegal dari wilayah yang dikuasai oleh ISIS. (Baca juga: Rusia Punya Bukti Perdagangan Minyak Turki dengan ISIS)
Namun, bukti tersebut ditolak oleh AS. Jubir Departemen Luar Negeri AS, Mark Tonner mengatakan, Washington menolak premis bahwa pemerintah Turki bekerjasama dengan ISIS menyelundupkan minyak. Ia mengatakan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut. (Baca juga: Pentagon Tolak Bukti Rusia Bahwa Turki dan ISIS Berkomplot)
"Pada periode Perang Dingin, Uni Soviet mempunyai mesin propaganda. Ini adalah tradisi lama, tapi kemudian diangkat lagi. Tidak ada kebenaran yang menempel pada kebohongan bergaya mesin propaganda ala Uni Soviet," kata Davutoglu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/12/2015).
Menurut Davutoglu, penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Rusia telah menunjukkan bahwa Moskow telah menjajakan narasi palsu.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka mempunyai bukti jika Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan keluarganya mendapatkan keuntungan dari penyelundupan minyak ilegal dari wilayah yang dikuasai oleh ISIS. (Baca juga: Rusia Punya Bukti Perdagangan Minyak Turki dengan ISIS)
Namun, bukti tersebut ditolak oleh AS. Jubir Departemen Luar Negeri AS, Mark Tonner mengatakan, Washington menolak premis bahwa pemerintah Turki bekerjasama dengan ISIS menyelundupkan minyak. Ia mengatakan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut. (Baca juga: Pentagon Tolak Bukti Rusia Bahwa Turki dan ISIS Berkomplot)
(ian)