Saudi Hukum Mati Penyair Palestina atas Tuduhan Murtad

Selasa, 24 November 2015 - 12:33 WIB
Saudi Hukum Mati Penyair...
Saudi Hukum Mati Penyair Palestina atas Tuduhan Murtad
A A A
RIYADH - Sebuah pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang penyair pria Palestina atas tuduhan murtad. Vonis mati terhadap pria bernama Ashraf Fayadh itu dijatuhkan pada 17 November 2015.

Tuduhan murtad itu mengacu pada kegiatan diskusi dan tulisan-tulisan dalam buku puisi Ashraf Fayadh, 35.

Terdakwa Ashraf Fayadh telah membantah tuduhan itu. Dia mengklaim bahwa pria lain telah membuat tuduhan palsu untuk dilaporkan kepada polisi agama di Saudi menyusul sengketa pribadi. Fayadh masih memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan banding atas vonis mati itu.

Human Right Watch (HRW) menyoroti kasus penyair Palestina itu. "Terlepas dari apa yang Fayadh katakana atau tidak, Arab Saudi harus berhenti menangkap orang karena keyakinan pribadi mereka,” kata Sarah Leah Whitson, Direktur HRW untuk Timur Tengah.

”Fakta bahwa Ashraf Fayadh menghadapi prospek pemenggalan dari putusan pengadilan ini,” lanjut dia, seperti dilansir situs resmi HRW, kemarin.

Meski statusnya sebagai warga Palestina, menurut The Guardian, Fayadh lahir di Arab Saudi dan merupakan anggota Edge of Arabia, sebuah organisasi seni British-Saudi. Dia telah menggelar pertunjukan seni di Jeddah dan Venice.

Dokumen-dokumen pengadilan yang diulas HRW menyatakan bahwa anggota Komite Arab Saudi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, atau polisi agama, menangkap Fayadh di sebuah kafe di Abha, Arab Saudi wilayah selatan, pada bulan Agustus 2013.

Polisi agama pergi ke kafe itu setelah seorang pria melaporkan bahwa Fayadh telah membuat komentar cabul tentang Tuhan, Nabi Muhammad, dan negara Arab. Pria itu juga menuduh bahwa Fayadh mengedarkan buku yang ditulisnya, yang diduga mempromosikan ateisme dan kemurtadtan.

Setelah Fayadh ditangkap, menurut dokumen pengadilan itu, polisi agama menemukan foto di sebuah ponsel Fayadh, di mana penyair itu berpose dengan beberapa wanita. Fayadh mengatakan, itu adalah foto yang diambil di sebuah galeri seni.

Polisi agama menahannya selama sehari kemudian membebaskannya, tapi aparat pemerintah kembali menangkapnya pada tanggal 1 Januari 2014. Jaksa pengadilan menuduhnya dengan sejumlah tuduhan terkait penghujatan.

Termasuk, menghujat Tuhan dan Nabi Muhammad, menyebarkan ateisme dan mempromosikannya di kalangan pemuda di tempat umum; mengejek ayat-ayat Tuhan dan sabda para nabi; menyangkal Alquran; menyangkal hari kebangkitan dan sejumlah tuduhan lain.

Selama persidangan, yang terdiri dari enam sesi dengar pendapat antara Februari dan Mei 2014, Fayadh membantah berbagai tuduhan. Dia menegaskan buku puisi cinta karyanya tidak bermaksud menghina agama.
(mas)
Berita Terkait
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Raja Faisal, Penguasa...
Raja Faisal, Penguasa Arab Saudi Pembela Palestina yang Tewas Ditembak Mati
5 Fakta Raja Faisal,...
5 Fakta Raja Faisal, Penguasa Arab Saudi yang Membela Palestina hingga Akhir Hidupnya
Presiden Israel Sebut...
Presiden Israel Sebut Normalisasi dengan Arab Saudi Jadi Kunci untuk Akhiri Perang
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Kerajaan Akan Akui Negara Israel Jika....
Arab Saudi Sumbang Rp421...
Arab Saudi Sumbang Rp421 Miliar untuk Pengungsi Palestina
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
31 menit yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
52 menit yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
2 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
3 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
4 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
4 jam yang lalu
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved