Rusia Serang Daerah Perbatasan, Turki Panggil Dubes
Sabtu, 21 November 2015 - 14:29 WIB
Rusia Serang Daerah Perbatasan, Turki Panggil Dubes
A
A
A
ANKARA - Pemerintah Turki memanggil Duta Besar Rusia di Ankara untuk melayangkan protes atas serangan udara Rusia di desa Turkmen, Suriah Utara, dekat perbatasan Turki.
Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic mengatakan, bahwa Ankara meminta Moskow untuk mengakhiri operasi udara secepatnya.
"Tindakan Rusia bukan perang melawan teror, tapi pemboman desa Turkmen dapat menyebabkan konsekuensi serius," kata Bilgic seperti dikutip dari laman Xinhua, Sabtu (21/11/2015).
Sementara itu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengaku telah melakukan kontak dengan Rusia terkait hal yang sama dan menyatakan protesnya.
"Tidak ada yang bisa melegitimasi pembantaian yang menargetkan Turkmen, di sana ada saudara-saudara kami, orang-orang Arab dan Kurdi, dengan klaim memerangi teror," tegas Davutoglu.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Saat awal-awal melakukan operasi udara di Suriah, jet-jet tempur Rusia tercatat beberapa kali melakukan pelanggaran batas wilayah yang membuat Turki naik pitam.
Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic mengatakan, bahwa Ankara meminta Moskow untuk mengakhiri operasi udara secepatnya.
"Tindakan Rusia bukan perang melawan teror, tapi pemboman desa Turkmen dapat menyebabkan konsekuensi serius," kata Bilgic seperti dikutip dari laman Xinhua, Sabtu (21/11/2015).
Sementara itu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengaku telah melakukan kontak dengan Rusia terkait hal yang sama dan menyatakan protesnya.
"Tidak ada yang bisa melegitimasi pembantaian yang menargetkan Turkmen, di sana ada saudara-saudara kami, orang-orang Arab dan Kurdi, dengan klaim memerangi teror," tegas Davutoglu.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Saat awal-awal melakukan operasi udara di Suriah, jet-jet tempur Rusia tercatat beberapa kali melakukan pelanggaran batas wilayah yang membuat Turki naik pitam.
(ian)