Prancis Bongkar Rencana ISIS Serang Pangkalan AL di Toulon
Rabu, 11 November 2015 - 19:08 WIB
Prancis Bongkar Rencana ISIS Serang Pangkalan AL di Toulon
A
A
A
PARIS - Pihak berwenang Prancis menangkap seorang pria yang diduga anggota jaringan ISIS di Suriah. Ia ditangkap karena tengah merencanakan serangan ke pangkalan utama Angkatan Laut Prancis yang berada di Toulon.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, tersangka telah berada dalam pengawasan otoritas keamanan sejak dua kali gagal melakukan perjalanan ke Suriah pada tahun 2014.
"Setelah berada di bawah pengawasan selama satu tahun karena radikalisasi dan dukungannya terhadap doktrin jihad, orang ini berusaha untuk mendapatkan alat-alat militer untuk bertindak sendiri," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman IB Times, Rabu (11/11/2015).
Menurut Cazeneuve, sang pelaku berusaha untuk mendapatkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan serangan terhadap personel Angkatan Laut di Toulon, di sebelah tenggara Prancis. Tak lama setelah ia menerima bingkisa yang berisi balaclava dan pisau komando, ia ditangkap pada akhir Oktober lalu dan didakwa dengan dakwaan terlibat dalam jaringan ISIS pada 2 November lalu.
Saat diperiksa, pelaku mengaku merencanakan serangan terhadap personil AL di pangkalan Toulon. Ia diketahui mempunyai hubungan yang baik dengan anggota ISIS asal Prancis lainnya. Hal inilah yang membuatnya nekat mencoba melakukan aksi teror.
Prancis hingga saat ini tetap dalam kondisi siaga pasca penyerangan kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menewaskan 17 orang pada Januari 2015 lalu. Serangan itu dilatarbelakangi oleh sejumlah kartun yang mengejek umat Islam dan kaum Muslim yang diterbitkan oleh majalah tersebut.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, tersangka telah berada dalam pengawasan otoritas keamanan sejak dua kali gagal melakukan perjalanan ke Suriah pada tahun 2014.
"Setelah berada di bawah pengawasan selama satu tahun karena radikalisasi dan dukungannya terhadap doktrin jihad, orang ini berusaha untuk mendapatkan alat-alat militer untuk bertindak sendiri," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman IB Times, Rabu (11/11/2015).
Menurut Cazeneuve, sang pelaku berusaha untuk mendapatkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan serangan terhadap personel Angkatan Laut di Toulon, di sebelah tenggara Prancis. Tak lama setelah ia menerima bingkisa yang berisi balaclava dan pisau komando, ia ditangkap pada akhir Oktober lalu dan didakwa dengan dakwaan terlibat dalam jaringan ISIS pada 2 November lalu.
Saat diperiksa, pelaku mengaku merencanakan serangan terhadap personil AL di pangkalan Toulon. Ia diketahui mempunyai hubungan yang baik dengan anggota ISIS asal Prancis lainnya. Hal inilah yang membuatnya nekat mencoba melakukan aksi teror.
Prancis hingga saat ini tetap dalam kondisi siaga pasca penyerangan kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menewaskan 17 orang pada Januari 2015 lalu. Serangan itu dilatarbelakangi oleh sejumlah kartun yang mengejek umat Islam dan kaum Muslim yang diterbitkan oleh majalah tersebut.
(ian)