Milisi Syiah Irak Klaim Serangan di Kamp dekat Bandara Baghdad
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 19:46 WIB
Milisi Syiah Irak Klaim Serangan di Kamp dekat Bandara Baghdad
A
A
A
DUBAI - Komandan milisi Syiah al-Mukhtar Irak mengaku bertanggungjawab atas serangan roket terhadap kelompok oposisi Iran yang menguasai sebuah kamp di dekat bandara Baghdad.
"Kami memperingatkan para anggota teroris ini untuk meninggalkan Irak sesegera mungkin. Jika mereka tidak melakukannya, akan ada lebih banyak serangan serupa," kata komandan tentara al-Mukhtar, Wathiq al Battat, seperti disitir Reuters dari kantor berita Iran, Fars, Jumat (30/10/2015).
Tentara al-Mukhtar mengatakan, serangan itu didukung dan didanai oleh pemerintah Iran. Sebelumnya, sekitar 15 roket jatuh di dekat kamp Organisasi Rakyat Mujahidin Iran (PMOI) di sebelah bandara internasional Baghdad dan menewaskan 23 orang anggotanya. (Baca juga: Pembangkang Iran di Baghdad Dihujani Roket, 23 Tewas)
(PMOI) merupakan kelompok yang memihak rezim Saddam Hussein ketika perang Irak dan Iran pecah tahun 1980-an. Terkait serangan itu, AS mendesak pemerintah Irak untuk meningkatkan keamanan di daerah yang disebut Camp Liberty tersebut dan menemukan mereka yang bertanggung jawab untuk serangan itu.
Sedangkan badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR, mengutuk serangan tersebut. "Ini adalah tindakan yang paling menyedihkan dan saya sangat prihatin atas bahaya yang timbul terhadap mereka yang tinggal di Camp Liberty," kata Komisaris UNHCR, Antonio Guiteres.
"Kami memperingatkan para anggota teroris ini untuk meninggalkan Irak sesegera mungkin. Jika mereka tidak melakukannya, akan ada lebih banyak serangan serupa," kata komandan tentara al-Mukhtar, Wathiq al Battat, seperti disitir Reuters dari kantor berita Iran, Fars, Jumat (30/10/2015).
Tentara al-Mukhtar mengatakan, serangan itu didukung dan didanai oleh pemerintah Iran. Sebelumnya, sekitar 15 roket jatuh di dekat kamp Organisasi Rakyat Mujahidin Iran (PMOI) di sebelah bandara internasional Baghdad dan menewaskan 23 orang anggotanya. (Baca juga: Pembangkang Iran di Baghdad Dihujani Roket, 23 Tewas)
(PMOI) merupakan kelompok yang memihak rezim Saddam Hussein ketika perang Irak dan Iran pecah tahun 1980-an. Terkait serangan itu, AS mendesak pemerintah Irak untuk meningkatkan keamanan di daerah yang disebut Camp Liberty tersebut dan menemukan mereka yang bertanggung jawab untuk serangan itu.
Sedangkan badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR, mengutuk serangan tersebut. "Ini adalah tindakan yang paling menyedihkan dan saya sangat prihatin atas bahaya yang timbul terhadap mereka yang tinggal di Camp Liberty," kata Komisaris UNHCR, Antonio Guiteres.
(ian)