Koalisi AS Puasa Serangan 3 Hari ke Basis ISIS
Selasa, 27 Oktober 2015 - 21:02 WIB
Koalisi AS Puasa Serangan 3 Hari ke Basis ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) telah menghentikan serangan udara di Suriah selama tiga hari terakhir. Menurut data Pentagon, serangan terakhir yang dilakukan oleh pasukan koalisi adalah pada tanggal 22 Oktober, itu pun dengan menggunakan pesawat tak berawak.
Apa yang dilakukan oleh AS ini berbanding terbalik dengan Rusia yang tetap konsisten membombardir sejumlah target milik ISIS. Dalam waktu 24 jam terakhir, Rusia telah menyerang 94 target milik ISIS.
Namun, pihak AS membantah jika penghentian serangan udara tersebut dikarenakan keterlibatan Rusia di Suriah.
"Ini bukan karena Rusia. Serangan udara yang kami lakukan memang ada pasang surutnya. Saat ini, kami tengah meminta pihak intelijen untuk mencari tahu dimana posisi target yang bisa kita serang," tutur juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (27/10/2015).
"Saat kami mempunyai target yang dituju, kami bisa menyerangnya tanpa menimbulkan korban jiwa dari penduduk sipil," lanjutnya.
AS dan Rusia sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman terkait operasi serangan udara di Suriah. Dalam nota kesepahaman itu, pilot dari tempur dari kedua negara itu diminta untuk menghindari satu sama lain, karena mereka melakukan aksi serangan udara di daerah terpisah di Suriah.
Apa yang dilakukan oleh AS ini berbanding terbalik dengan Rusia yang tetap konsisten membombardir sejumlah target milik ISIS. Dalam waktu 24 jam terakhir, Rusia telah menyerang 94 target milik ISIS.
Namun, pihak AS membantah jika penghentian serangan udara tersebut dikarenakan keterlibatan Rusia di Suriah.
"Ini bukan karena Rusia. Serangan udara yang kami lakukan memang ada pasang surutnya. Saat ini, kami tengah meminta pihak intelijen untuk mencari tahu dimana posisi target yang bisa kita serang," tutur juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (27/10/2015).
"Saat kami mempunyai target yang dituju, kami bisa menyerangnya tanpa menimbulkan korban jiwa dari penduduk sipil," lanjutnya.
AS dan Rusia sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman terkait operasi serangan udara di Suriah. Dalam nota kesepahaman itu, pilot dari tempur dari kedua negara itu diminta untuk menghindari satu sama lain, karena mereka melakukan aksi serangan udara di daerah terpisah di Suriah.
(ian)