Rusia Tuding AS dan Prancis Lakukan Propaganda Anti Moskow
Selasa, 27 Oktober 2015 - 20:05 WIB
Rusia Tuding AS dan Prancis Lakukan Propaganda Anti Moskow
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova menilai Amerika Serikat dan Prancis telah melakukan propaganda anti Moskow. Hal itu dikatakannya menanggapi tudingan AS soal sabotase kabel bawah laut dan tudingan Prancis yang menyatakan serangan udara anti ISIS Rusia menargetkan kelompok oposisi.
"Ini semua adalah elemen dari propaganda informasi: Kapal selam akan memotong kabel, menyerang target yang salah, serta membunuh warga sipil di Suriah, dan sebagainya," ujar Zakharova seperti dikutip dari laman Sputnik, Selasa (27/10/2015).
Zakharova mengatakan, Moskow telah meminta informasi daerah mana yang ditempati oleh kelompok oposisi. "Tapi permintaan ini tidak pernah terjawab. Sebaliknya, kita secara terus menerus diberitakan salah dalam konferensi pers dan media," kata Zakharova.
Zakharova mengatakan, aksi propaganda anti Moskow yang dilakukan oleh kedua negara adalah risiko dari keputusan Rusia melakukan serangan udara di Suriah. "Pada akhirnya, dalam dua tahun terakhir, reputasi tentang agresi Rusia di salah satu atau bagian dunia lain menjadi hal yang selalu dikedepankan," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Para pejabat militer dan intelijen Amerika Serikat (AS) takut dengan sepak terjang kapal selam dan kapal mata-mata Rusia yang beroperasi di sekitar bawah kabel komunikasi global. AS takut jika kapal selam dan kapal mata-mata Kremlin itu memotong komunikasi atau menyadap.
"Ini semua adalah elemen dari propaganda informasi: Kapal selam akan memotong kabel, menyerang target yang salah, serta membunuh warga sipil di Suriah, dan sebagainya," ujar Zakharova seperti dikutip dari laman Sputnik, Selasa (27/10/2015).
Zakharova mengatakan, Moskow telah meminta informasi daerah mana yang ditempati oleh kelompok oposisi. "Tapi permintaan ini tidak pernah terjawab. Sebaliknya, kita secara terus menerus diberitakan salah dalam konferensi pers dan media," kata Zakharova.
Zakharova mengatakan, aksi propaganda anti Moskow yang dilakukan oleh kedua negara adalah risiko dari keputusan Rusia melakukan serangan udara di Suriah. "Pada akhirnya, dalam dua tahun terakhir, reputasi tentang agresi Rusia di salah satu atau bagian dunia lain menjadi hal yang selalu dikedepankan," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Para pejabat militer dan intelijen Amerika Serikat (AS) takut dengan sepak terjang kapal selam dan kapal mata-mata Rusia yang beroperasi di sekitar bawah kabel komunikasi global. AS takut jika kapal selam dan kapal mata-mata Kremlin itu memotong komunikasi atau menyadap.
(ian)