Nekat Kirim Kapal Perang, AS Menantang China?

Selasa, 27 Oktober 2015 - 13:28 WIB
Nekat Kirim Kapal Perang,...
Nekat Kirim Kapal Perang, AS Menantang China?
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengabaikan peringatan keras dari China dan tetap nekat mengirim kapal perang USS Lassen ke dekat pulau-pulau buatan Beijing di Laut China Selatan. Kenekatan itu membuat AS terkesan sengaja menantang China.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, membela langkah Pentagon untuk mengirim kapal perang jenis perusak USS Lassen ke Laut China Selatan. ”Inti dari kebebasan navigasi di perairan internasional adalah bahwa hal itu perairan internasional. Anda tidak perlu berkonsultasi dengan siapa pun. Itu ide,” kata Kirby, Selasa (27/10/2015).

Kapal USS Lassen yang membawa rudal perusak dilaporkan sedang berlayar menuju wilayah yang berjak 12 mil laut (22,2km) dari pulau terumbu Subi dan Mischief di Kepulauan Spratly, Selasa (27/10/2015) pagi. (Baca: AS Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan dalam 24 Jam)

Wilayah Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, dianggap AS sebagai kawasan perairan internasional. Namun Beijing mengklaim 90 persen kawasan Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Spratly, sebagai wilayah kedaulatannya.

Wilayah Laut China Selatan yang kaya minyak dan sumber uang dari lalu lintas kapal dunia jadi sengketa antara China, Vietnam, Filipina, Brunei dan Malaysia.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, sebelumnya telah menyampaikan peringatan keras kepada AS soal rencana pengiriman kapal perang USS Lassen. ”Kami memverifikasi (laporan), jika benar, kami menyarankan AS untuk berpikir dan tidak bertindak gegabah atau membuat ribut banyak hal,” katanya yang disampaikan Kementerian Luar Negeri China. (Baca juga: Peringatan Keras China: AS Jangan Buat Ribut!)

Kedutaan Besar Cina di Washington melalui juru bicaranya, Zhu Haiquan, juga bereaksi keras. ”Kebebasan navigasi dan penerbangan tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk melenturkan otot dan melemahkan kedaulatan dan keamanan negara-negara lain. Kami mendesak Amerika Serikat untuk menahan diri dari pernyataan atau melakukan tindakan provokatif dan bertindaklah secara bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
22 menit yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
5 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
8 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved