Pengakuan 3 Wanita AS Korban Pangeran Nakal Saudi

Selasa, 27 Oktober 2015 - 12:26 WIB
Pengakuan 3 Wanita AS...
Pengakuan 3 Wanita AS Korban Pangeran Nakal Saudi
A A A
LOS ANGELES - Tiga wanita Amerika Serikat (AS) yang jadi pembantu rumah tangga Pangeran Arab Saudi, Majed Abdulaziz Al-Saud, 29, membuat pengakuan bahwa mereka jadi korban skandal seks sang pangeran.

Mereka mengaku ditawan tiga hari di rumah mewah di Baverly Hills, Los Angeles, untuk jadi bagian dari pesta seks pangeran “nakal” Saudi itu. (Baca: Pangeran Saudi Ditangkap di Amerika atas Tuduhan Kejahatan Seks)

Para wanita yang identitasnya dilindungi pihak pengadilan itu telah mengajukan gugatan perdata di Los Angeles untuk melawan Majed. Ketiganya mengaku dipekerjakan oleh pangeran Saudi itu sebagai pembantu rumah tangga pada akhir September 2015.

Gugatan yang diajukan Kamis pekan lalu, berisi tuduhan bahwa Majed meneror para wanita dan memaksa mereka melakukan tindakan seksual, termasuk memaksa para wanita itu menjilati tubuh wanita lain.

Pada satu kejadian, Majed juga dituduh memerintahkan para stafnya, termasuk penjaga keamanan untuk berdiri tanpa busana di tepi kolam renang, karena dia ingin melihat semua orang tidak mengenakan busana.

Ketika salah satu wanita meminta Majed untuk berhenti, dia justru berteriak; “Anda dan tak seorang pun. Saya pangeran dan saya akan melakukan apa yang saya inginkan dan tak seorang pun akan melakukan apapun untuk saya!!.”

Para wanita juga mengklaim mereka melihat sang pangeran sedang masturbasi dengan pria lain dan mengendus bubuk putih yang diduga kokain. ”Al Saud telah keras mengancam dan dan menyerang karyawan secara seksual, membuat wanita malu di depan publik, wanita ini tidak bersalah di mata publik,” pengacara para perempuan itu, Van Frish kepada AFP, yang dilansir Selasa (27/10/2015).

”Ini adalah contoh lain dari penggunaan kekayaan kotor dan kekuatan untuk mengerahkan pelecehan emosional dan fisik pada orang-orang yang rentan,” lanjut Frish. (Baca juga: Pangeran Saudi Lolos dari Tuduhan Kejahatan Seks di AS)

Pengacara Pangeran Majed tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.Frish mengatakan, cobaan terhadap kliennya berakhir ketika seseorang menelepon polisi setelah mendengar seorang wanita yang tidak terkait dengan kasus ini berteriak sambil mencoba memanjat dinding properti.

Pangeran Majed sempat ditangkap atas tuduhan memaksa wanita untuk melakukan seks oral dengannya. Tapi dengan alasan kurangnya bukti, pihak berwenang di Los Angeles pekan lalu meloloskan Majed dari tuduhan itu. Kendati demikian, Majed yang bebas dengan uang jaminan masih bisa menghadapi tuduhan pelanggaran lain.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
31 menit yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
1 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
2 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
3 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved