Perang Irak Lahirkan ISIS, Tony Blair Dikecam Keras

Senin, 26 Oktober 2015 - 12:02 WIB
Perang Irak Lahirkan...
Perang Irak Lahirkan ISIS, Tony Blair Dikecam Keras
A A A
LONDON - Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Tony Blair, dikecam keras kalangan parlemen Inggris atas perang Irak tahun 2003 yang mengacu pada data intelijen yang keliru. Blair juga didesak untuk minta maaf karena invasi terhadap Irak telah melahirkan ISIS dan kekacauan.

Tony Blair dalam siaran di stasiun televisi hanya minta maaf atas kekeliruan data intelijen. Dia masih enggan meminta maaf atas perang yang menggulingkan rezim Saddam Hussein.

“(Permintaan maaf) ini sedikit terlambat. Ia memiliki semua dari pernyataan sinis dan taktis,” kata anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris, Graham Stringer, menyindir Blair. (Baca: Tony Blair: Invasi AS ke Irak Bantu Ciptakan ISIS)

“Dia harus meminta maaf untuk semuanya. Dia tidak mengatakan yang sebenarnya, dan banyak orang kehilangan nyawa,” katanya lagi, seperti dikutip Daily Mirror, semalam. Stinger dikenal sebagai politikus yang menentang perang.

“Irak sekarang menjadi negara keranjang kasus yang telah melahirkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok-kelompok ekstremis lain yang tidak ada sebelum perang,” katanya.

Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi CNN, Tony Blair mengaku menyesal untuk elemen konflik. Tapi, dia belum menyesali atas kebijakan perang yang dia tempuh bersama Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush saat berkuasa dulu.

Blair untuk pertama kaliya juga mengakui bahwa konflik di Irak setelah perang telah memicu kelahirkan kelompok ISIS.

“Saya minta maaf untuk fakta intelijen yang kami terima ternyata salah. Saya juga bisa meminta maaf atas beberapa kesalahan dalam perencanaan, dan tentunya kesalahan kami dalam pemahaman tentang apa yang akan terjadi setelah menggulingkan rezim (Irak),” ujar Blair. (Baca juga: Mantan PM Inggris Minta Maaf soal Serangan ke Irak)

Namun dia menambahkan; "Saya merasa sulit meminta maaf atas penggulingan Saddam.” Komentar Blair itu muncul beberapa hari sebelum kepala penyelidikan perang Irak, Sir John Chilcot, menetapkan jadwal untuk publikasi laporan perang Irak yang sebenarnya.
(mas)
Berita Terkait
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Pasukan Pimpinan AS...
Pasukan Pimpinan AS Akhiri Misi Tempur di Irak
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
26 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved