Jika Rakyat Suriah Menghendaki, Assad Siap Gelar Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2015 - 18:16 WIB
Jika Rakyat Suriah Menghendaki, Assad Siap Gelar Pemilu
A
A
A
MOSKOW - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengaku siap menggelar pemilu di negerinya, jika memang itu yang dihendaki oleh masyarakat Suriah. Itu diutarakan Assad kala melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Rusia yang berkunjung ke Damaskus.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Assad juga menuturkan dirinya mungkin saja akan kembali lagi mencalonkan diri sebagai Presiden Suriah. Namun, kembali lagi dirinya menegaskan, semua itu akan dia lakukan jika mendapat dukungan dari rakyat Suriah.
"Assad mengatakan, jika orang-orang Suriah menganggap hal itu perlu, ia tidak akan menolak untuk mengambil bagian dalam pemilihan Presiden," kata Alexander Yushchenko, anggota Parlemen Rusia yang turut dalam rombongan ke Damaskus seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (25/10/2015).
Ide mengenai pemilu di Suriah sendiri diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Dimana dirinya mengatakan pihaknya menginginkan pemerintah Suriah untuk segera mempersiapkan pemilu, baik itu Parlemen ataupun Presiden.
Usulan Lavrov ini sendiri sejatinya mendapatkan penolakan dari partai oposisi di Suriah. Menurut Samir Nashar, anggota dari Koalisi Nasional Suriah, partai politik oposisi di Suriah menyebut ide Rusia untuk menggelar pemilu di Suriah adalah sesuatu yang absurd.
Dalam pandanganya pemilu itu merupakan tameng Rusia untuk melindungi rezim Bashar al-Assad.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Assad juga menuturkan dirinya mungkin saja akan kembali lagi mencalonkan diri sebagai Presiden Suriah. Namun, kembali lagi dirinya menegaskan, semua itu akan dia lakukan jika mendapat dukungan dari rakyat Suriah.
"Assad mengatakan, jika orang-orang Suriah menganggap hal itu perlu, ia tidak akan menolak untuk mengambil bagian dalam pemilihan Presiden," kata Alexander Yushchenko, anggota Parlemen Rusia yang turut dalam rombongan ke Damaskus seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (25/10/2015).
Ide mengenai pemilu di Suriah sendiri diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Dimana dirinya mengatakan pihaknya menginginkan pemerintah Suriah untuk segera mempersiapkan pemilu, baik itu Parlemen ataupun Presiden.
Usulan Lavrov ini sendiri sejatinya mendapatkan penolakan dari partai oposisi di Suriah. Menurut Samir Nashar, anggota dari Koalisi Nasional Suriah, partai politik oposisi di Suriah menyebut ide Rusia untuk menggelar pemilu di Suriah adalah sesuatu yang absurd.
Dalam pandanganya pemilu itu merupakan tameng Rusia untuk melindungi rezim Bashar al-Assad.
(ian)