Analis Sebut 80% Serangan Rusia Tidak Menargetkan ISIS
Kamis, 22 Oktober 2015 - 18:13 WIB
Analis Sebut 80% Serangan Rusia Tidak Menargetkan ISIS
A
A
A
MOSKOW - Seorang analis asal Rusia mengatakan, bahwa serangan udara yang dilancarkan oleh Kremlin tidak menargetkan ISIS. Menurutnya, mayoritas serangan yang dilakukan oleh Rusia berada di daerah yang dikuasai oleh kelompok penentang Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Alexander Golts, kolumnis pertahanan dan wakil editor berbasis di Moskow dari surat kabar online Yezhednevny Zhurnal mengatakan, 80 persen dari target serangan Rusia di Suriah adalah daerah yang bukan dikuasai oleh kelompok ISIS.
"Jika Anda melihat peta, Anda dapat dengan mudah memahami bahwa mereka tidak menyerang kelompok ISIS, tapi kelompok oposisi lainnya," ucapnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2015).
Angkatan Udara Rusia telah melakukan lebih dari 780 sorti terhadap hampir 800 target di Suriah sejak 30 September lalu. Seperti yang terjadi pada baru-baru ini dimana jet-jet milik Rusia mencapai target di enam lokasi, dimana enam lokasi tersebut tidak dikuasai oleh ISIS.
"Tujuan utama dari serangan udara ini adalah mendukung serangan darat yang dilakukan oleh tentara Suriah," terang Golts.
Pernyataan ini seolah membantah laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Dalam laporannya, Rusia menyatakan telah menyerang 64 lokasi sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan udara pada tiga minggu lalu. Dari target tersebut, maksimal 15 target berada di bawah kekuasaan ISIS berdasarkan survei lokasi pasukan musuh di Suriah yang disusun oleh Institut Study Perang.
Serangan udara yang dilakukan oleh Rusia memang kerap dicurigai untuk memerangi kelompok pemberontak, bukan memerangi ISIS. Namun, para pejabat di Rusia menolak tuduhan tersebut dan berulang kali menyatakan bahwa mereka menargetkan ISIS, disamping kelompok lain yang diklasifikasikan sebagai kelompok teroris Islam. Mereka mengatakan, Moskow dan Barat memerangi musuh bersama.
Alexander Golts, kolumnis pertahanan dan wakil editor berbasis di Moskow dari surat kabar online Yezhednevny Zhurnal mengatakan, 80 persen dari target serangan Rusia di Suriah adalah daerah yang bukan dikuasai oleh kelompok ISIS.
"Jika Anda melihat peta, Anda dapat dengan mudah memahami bahwa mereka tidak menyerang kelompok ISIS, tapi kelompok oposisi lainnya," ucapnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2015).
Angkatan Udara Rusia telah melakukan lebih dari 780 sorti terhadap hampir 800 target di Suriah sejak 30 September lalu. Seperti yang terjadi pada baru-baru ini dimana jet-jet milik Rusia mencapai target di enam lokasi, dimana enam lokasi tersebut tidak dikuasai oleh ISIS.
"Tujuan utama dari serangan udara ini adalah mendukung serangan darat yang dilakukan oleh tentara Suriah," terang Golts.
Pernyataan ini seolah membantah laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Dalam laporannya, Rusia menyatakan telah menyerang 64 lokasi sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan udara pada tiga minggu lalu. Dari target tersebut, maksimal 15 target berada di bawah kekuasaan ISIS berdasarkan survei lokasi pasukan musuh di Suriah yang disusun oleh Institut Study Perang.
Serangan udara yang dilakukan oleh Rusia memang kerap dicurigai untuk memerangi kelompok pemberontak, bukan memerangi ISIS. Namun, para pejabat di Rusia menolak tuduhan tersebut dan berulang kali menyatakan bahwa mereka menargetkan ISIS, disamping kelompok lain yang diklasifikasikan sebagai kelompok teroris Islam. Mereka mengatakan, Moskow dan Barat memerangi musuh bersama.
(ian)