Iran Berharap Sanksinya Dicabut Tahun Ini
Selasa, 20 Oktober 2015 - 19:40 WIB
Iran Berharap Sanksinya Dicabut Tahun Ini
A
A
A
VIENNA - Seorang pejabat Iran mengharapkan sanksi yang dijatuhkan kepada negara itu dicabut pada akhir tahun ini. Pasalnya, Iran telah sepenuhnya menerapkan komitmen perjanjian nuklir yang ditandatangani bersama enam negara besar di dunia.
Negosiator perjanjian nuklir Iran, setelah bertemu dengan koleganya dari negara-negara penandatangan perjanjian nuklir internasional, Abbas Araqchi mengakui bahwa tugas besar pembongkaran sentrifugal yang merupakan titik kunci dari perjanjian itu hingga kini belum dilakukan.
Menurutnya, dibutuhkan izin dari Organisasi Energi Atom Iran untuk memulai hal tersebut. Ia berharap lampu hijau segera diberikan oleh Organisasi Energi Atom Iran untuk melakukan hal tersebut, seperti dikutip dari laman Xinhua, Selasa (20/10/2015).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier. Ia berharap sanksi dari Uni Eropa terhadap Teheran setidaknya berlaku hanya sampai awal tahun depan.
Sebelumnya, Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan kesiapannya untuk menarik kembali sanksi yang dijatuhkan kepada Negeri Mullah itu. AS menilai, Iran akan membutuhkan waktu lebih dari dua bulan untuk memenuhi perjanjian tersebut dan mendapatkan verifikasi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Negosiator perjanjian nuklir Iran, setelah bertemu dengan koleganya dari negara-negara penandatangan perjanjian nuklir internasional, Abbas Araqchi mengakui bahwa tugas besar pembongkaran sentrifugal yang merupakan titik kunci dari perjanjian itu hingga kini belum dilakukan.
Menurutnya, dibutuhkan izin dari Organisasi Energi Atom Iran untuk memulai hal tersebut. Ia berharap lampu hijau segera diberikan oleh Organisasi Energi Atom Iran untuk melakukan hal tersebut, seperti dikutip dari laman Xinhua, Selasa (20/10/2015).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier. Ia berharap sanksi dari Uni Eropa terhadap Teheran setidaknya berlaku hanya sampai awal tahun depan.
Sebelumnya, Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan kesiapannya untuk menarik kembali sanksi yang dijatuhkan kepada Negeri Mullah itu. AS menilai, Iran akan membutuhkan waktu lebih dari dua bulan untuk memenuhi perjanjian tersebut dan mendapatkan verifikasi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
(ian)