Berebut Kekuasaan, Al-Nusra Bentrok dengan ISIS
Minggu, 18 Oktober 2015 - 20:58 WIB
Berebut Kekuasaan, Al-Nusra Bentrok dengan ISIS
A
A
A
MOSKOW - ISIS dan al-Nusra dilaporkan terlibat serangkaian bentrokan di sejumlah wilayah di Suriah. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, bentrokan ini disebabkan oleh perebutan kekuasaan antara kedua kelompok militan tersebut.
Konashenkov menuturkan, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, bentrokan terbaru terjadi di sekitar wilayah Idlib. Di wilayah ini, ISIS melakukan tiga kali serangan bom mobil terhadap anggota al-Nusra.
"Ketegangan meningkat antara berbagai kelompok teroris yang disebabkan oleh perebutan kontrol atas wilayah dan keuangan. Menurut info yang kami dapat dari hasil penyadapan radio, minggu lalu ISIS melakukan tiga serangan teror menggunakan bom mobil terhadap pusat komando al-Nusra di Idlib," kata Konashenkov, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (18/10).
Dirinya menambahkan para pemimpin al-Nusra telah memberikan perintah untuk melakukan mobilisasi paksa penduduk setempat di Provinsi Idlib dan Hama, dan mengancam untuk mengeksekusi keluarga mereka.
Sementara itu di Provinsi Raqqa, ISIS melaksanakan mobilisasi total warga yang berusia di atas 14 tahun.
"Pemimpin ISIS juga memerintahkan komandan lapangan untuk mengintensifkan penggunaan bom mobil dan bahan peledak buatan sendiri di rute pasokan utama dan di daerah-daerah padat penduduk di Suriah," sambungnya.
Konashenkov menuturkan, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, bentrokan terbaru terjadi di sekitar wilayah Idlib. Di wilayah ini, ISIS melakukan tiga kali serangan bom mobil terhadap anggota al-Nusra.
"Ketegangan meningkat antara berbagai kelompok teroris yang disebabkan oleh perebutan kontrol atas wilayah dan keuangan. Menurut info yang kami dapat dari hasil penyadapan radio, minggu lalu ISIS melakukan tiga serangan teror menggunakan bom mobil terhadap pusat komando al-Nusra di Idlib," kata Konashenkov, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (18/10).
Dirinya menambahkan para pemimpin al-Nusra telah memberikan perintah untuk melakukan mobilisasi paksa penduduk setempat di Provinsi Idlib dan Hama, dan mengancam untuk mengeksekusi keluarga mereka.
Sementara itu di Provinsi Raqqa, ISIS melaksanakan mobilisasi total warga yang berusia di atas 14 tahun.
"Pemimpin ISIS juga memerintahkan komandan lapangan untuk mengintensifkan penggunaan bom mobil dan bahan peledak buatan sendiri di rute pasokan utama dan di daerah-daerah padat penduduk di Suriah," sambungnya.
(esn)