Menlu AS dan Rusia Bahas Konflik Suriah Via Telpon
Jum'at, 09 Oktober 2015 - 16:01 WIB
Menlu AS dan Rusia Bahas Konflik Suriah Via Telpon
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kembali membahas koordinasi militer di Suriah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi clash diantara militer kedua negara adidaya itu saat menggelar operasi militer di Suriah. Pembahasan ini dilakukan via telepon.
"Kerry dan Lavrov berbicara tentang pentingnya membuat kemajuan ke arah diskusi taktis dan dialog menuju tujuan de-confliction untuk menghindari kecelakaan dan keselahpahaman, terutama di udara," kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (9/10/2015).
Kendati begitu, tidak ada keputusan bersifat taktis yang dilakukan selama pembicaraan yang berlangsung 30 menit itu.
Saat ditanya apakah pembicaraan Washington-Moskow terkait Suriah itu telah menunjukkan kemajuan, Kirby mengatakan, "Saya tidak berpikir kita berada di titik, dimana harus ada sebuah keputusan yang tepat dan cepat terhadap sejumlah permasalahan yang ada," kata Kirby.
"(Dalam pembicaraan itu) Kami mengungkapkan kembali keprihatinan kami terkait sejumlah target yang diserang oleh pihak Rusia, dimana kebanyakan tidak terkait dengan ISIS," kata Kirby.
Dalam kesempatan itu, Kirby tidak dapat mengkonfirmasi laporan yang menyatakan bahwa rudal Rusia telah jatuh di Iran. "Saya telah melihat laporan tersebut, namun saya tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi hal itu," tukasnya.
"Kerry dan Lavrov berbicara tentang pentingnya membuat kemajuan ke arah diskusi taktis dan dialog menuju tujuan de-confliction untuk menghindari kecelakaan dan keselahpahaman, terutama di udara," kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (9/10/2015).
Kendati begitu, tidak ada keputusan bersifat taktis yang dilakukan selama pembicaraan yang berlangsung 30 menit itu.
Saat ditanya apakah pembicaraan Washington-Moskow terkait Suriah itu telah menunjukkan kemajuan, Kirby mengatakan, "Saya tidak berpikir kita berada di titik, dimana harus ada sebuah keputusan yang tepat dan cepat terhadap sejumlah permasalahan yang ada," kata Kirby.
"(Dalam pembicaraan itu) Kami mengungkapkan kembali keprihatinan kami terkait sejumlah target yang diserang oleh pihak Rusia, dimana kebanyakan tidak terkait dengan ISIS," kata Kirby.
Dalam kesempatan itu, Kirby tidak dapat mengkonfirmasi laporan yang menyatakan bahwa rudal Rusia telah jatuh di Iran. "Saya telah melihat laporan tersebut, namun saya tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi hal itu," tukasnya.
(ian)