Serangan Horor AS, Pasien RS Kunduz Terbakar Hidup-hidup

Senin, 05 Oktober 2015 - 16:25 WIB
Serangan Horor AS, Pasien...
Serangan Horor AS, Pasien RS Kunduz Terbakar Hidup-hidup
A A A
KUNDUZ - Kelompok Medecins Sans Frontieres (MSF) menggambarkan serangan horor terhadap rumah sakit (RS) di Kunduz, Afghanistan, yakni ada pasien terbakar hidup-hidup di tempat tidurnya. Serangan yang menewaskan 22 orang itu dituduhkan dilakukan pesawat jet tempur Amerika Serikat (AS).

AS belum sepenuhnya mengakui telah melakukan serangan di RS yang dikelola kelompok dokter lintas batas tersebut. Beberapa pejabat AS, termasuk Kepala Pentagon, Ashton Carter, mengatakan situasi di lokasi kejadian membingungkan.

Tapi juru bicara pasukan AS di Afghanistan, Kolonel Brian Tribus, mengakui bahwa AS melakukan serangan udara di sekitar Kunduz pada hari Sabtu. ”Mungkin telah mengakibatkan kerusakan terhadap fasilitas medis terdekat,” katanya.

Presiden MSF, Meinie Nicolai, menggambarkan serangan udara terhadap RS yang menewaskan sejumlah rekannya dan para pasien termasuk anak-anak tersebut sebagai pelanggaran menjijikkan terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional.

”Kami menuntut transparansi total dari pasukan koalisi. Kita tidak bisa menerima bahwa hilangnya nyawa secara mengerikan akan dihentikan,” ujarnya, seperti dikutip AP, Senin (5/10/2015).

Menurut MSF, pasukan pro-pemerintah Afghanistan telah diberitahu tentang lokasi fasilitas medis. Sedangkan pihak Afghanistan menuding RS itu jadi tempat persembunyian militan Taliban setelah melakukan serangan.

Tetapi manajer komunikasi MSF, Kate Stegeman, menegaskan tidak ada pemberontak Taliban di RS itu. Direktur Jenderal MSF, Christopher Stokes, menilai serangan di RS itu sebagai kejahatan perang.

”MSF jijik dengan laporan baru-baru ini yang datang dari beberapa pejabat Pemerintah Afghanistan yang membenarkan serangan terhadap rumah sakit di Kunduz. Pernyataan ini menyiratkan bahwa pasukan Afghanistan dan AS bekerja sama memutuskan untuk meruntuhkan RS yang berfungsi penuh. Lebih dari 180 staf dan pasien ada di dalamnya,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Viral! Promo Undang...
Viral! Promo Undang Warga Amerika Serikat Berlibur ke Afghanistan
Tentara Seksi Amerika...
Tentara Seksi Amerika Serikat Ini Tewas Bunuh Diri
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
1 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
2 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
3 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
4 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
6 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved