Hollande ke Putin: Rusia Harus Serang ISIS, Hanya ISIS!
Sabtu, 03 Oktober 2015 - 11:40 WIB
Hollande ke Putin: Rusia Harus Serang ISIS, Hanya ISIS!
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Francois Hollande, melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membahas serangan Rusia di Suriah. Dalam pertemuan kemarin, Hollande menekankan Putin, bahwa serangan Rusia di Suriah hanya boleh ditargetkan pada ISIS atau Daesh.
”Apa yang saya katakan kepada Presiden Putin adalah bahwa serangan harus pada ISIS dan hanya pada ISIS!,” katanya, di Paris, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/10/2015).
Hollande dan Putin melakukan pembicaraan yang mendalam terkait krisis di Suriah. ”Mereka mencoba untuk mempersempit perbedaan pada transisi politik (di Suriah),” kata seorang ajudan Hollande setelah pertemua kedua pemimpinnya itu. (Baca juga: Tuduh Serangan Rusia Perkuat ISIS, tapi Obama Blunder)
Menurut ajudan Hollande, pertemuan itu berlangsung 1 jam lebih 15 menit. Setelah pertemuan itu, keduanya juga akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin Jerman dan Ukraina untuk menyelesaikan krisis Ukraina.
Masih menurut ajudan Presiden Prancis tersebut, ada tiga kondisi yang diperlukan untuk membuat Prancis dan Rusia bisa bekerjasama dalam melakukan serangan di Suriah.
Kondisi pertama, serangan hanya ditujukan pada ISIS dan al-Qeda dan tak ada target lainnya. Kondisi kedua, harus ada jaminan keamanan terhadap warga sipil Suriah dan kondisi ketiga merumuskan transisi politik untuk menggantikan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
”Apa yang saya katakan kepada Presiden Putin adalah bahwa serangan harus pada ISIS dan hanya pada ISIS!,” katanya, di Paris, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/10/2015).
Hollande dan Putin melakukan pembicaraan yang mendalam terkait krisis di Suriah. ”Mereka mencoba untuk mempersempit perbedaan pada transisi politik (di Suriah),” kata seorang ajudan Hollande setelah pertemua kedua pemimpinnya itu. (Baca juga: Tuduh Serangan Rusia Perkuat ISIS, tapi Obama Blunder)
Menurut ajudan Hollande, pertemuan itu berlangsung 1 jam lebih 15 menit. Setelah pertemuan itu, keduanya juga akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin Jerman dan Ukraina untuk menyelesaikan krisis Ukraina.
Masih menurut ajudan Presiden Prancis tersebut, ada tiga kondisi yang diperlukan untuk membuat Prancis dan Rusia bisa bekerjasama dalam melakukan serangan di Suriah.
Kondisi pertama, serangan hanya ditujukan pada ISIS dan al-Qeda dan tak ada target lainnya. Kondisi kedua, harus ada jaminan keamanan terhadap warga sipil Suriah dan kondisi ketiga merumuskan transisi politik untuk menggantikan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(mas)