Pentagon Siap Berkomunikasi dengan Rusia Soal Operasi Udara
Rabu, 30 September 2015 - 19:37 WIB
Pentagon Siap Berkomunikasi dengan Rusia Soal Operasi Udara
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon mengaku siap membuka komunikasi dengan Rusia terkait operasi udara di Suriah. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik yang tidak perlu diantara kedua negara adidaya tersebut.
"Kami berharap ada pembicaraan yang terperinci, termasuk waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan, semoga terwujud dalam beberapa hari ke depan," ujar juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (30/9/2015).
Cook mengungkapkan, tujuan dari pembicaraan keduanya adalah memastikan bahwa serangan udara koalisi AS terhadap ISIS tidak terganggu oleh aktivitas militer Rusia dan untuk menghindari kesalahan perhitungan dan kesalahan yang tidak perlu lainnya.
Pengumuman kesedian Pentagon memulai pembicaraan dengan Kremlin ini terjadi satu hari setelah Presiden Barack Obama bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Majelis Umum PBB. Pembicaraan diantara sekretaris militer kedua negara ini adalah yang pertama dalam satu tahun terakhir, sejak pembekuan hubungan militer keduanya.
"Seperti yang dibahas Presiden di New York, Amerika Serikat dan Rusia memiliki kepentingan bersama dalam memerangi ISIS di Suriah," jelas Cook.
Sebagaimana diketahui, AS dan Rusia memiliki penilaian yang berbeda dalam menghadapi krisis di Suriah. Rusia menilai, untuk bisa mengalahkan ISIS, dunia internasional harus membantu rezim Bashar al-Assad. Sedangkan AS menilai, Assad adalah bagian dari permasalahan yang ada di Suriah, sehingga harus dilengserkan terlebih dahulu.
"Kami berharap ada pembicaraan yang terperinci, termasuk waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan, semoga terwujud dalam beberapa hari ke depan," ujar juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (30/9/2015).
Cook mengungkapkan, tujuan dari pembicaraan keduanya adalah memastikan bahwa serangan udara koalisi AS terhadap ISIS tidak terganggu oleh aktivitas militer Rusia dan untuk menghindari kesalahan perhitungan dan kesalahan yang tidak perlu lainnya.
Pengumuman kesedian Pentagon memulai pembicaraan dengan Kremlin ini terjadi satu hari setelah Presiden Barack Obama bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Majelis Umum PBB. Pembicaraan diantara sekretaris militer kedua negara ini adalah yang pertama dalam satu tahun terakhir, sejak pembekuan hubungan militer keduanya.
"Seperti yang dibahas Presiden di New York, Amerika Serikat dan Rusia memiliki kepentingan bersama dalam memerangi ISIS di Suriah," jelas Cook.
Sebagaimana diketahui, AS dan Rusia memiliki penilaian yang berbeda dalam menghadapi krisis di Suriah. Rusia menilai, untuk bisa mengalahkan ISIS, dunia internasional harus membantu rezim Bashar al-Assad. Sedangkan AS menilai, Assad adalah bagian dari permasalahan yang ada di Suriah, sehingga harus dilengserkan terlebih dahulu.
(esn)