Perbedaan Tajam Obama dan Putin soal Nasib Rezim Assad

Selasa, 29 September 2015 - 12:33 WIB
Perbedaan Tajam Obama...
Perbedaan Tajam Obama dan Putin soal Nasib Rezim Assad
A A A
NEW YORK - Ada perbedaan pendapat yang tajam antara Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ketika melakukan pembicaraan tertutup di New York. Kedua pemimpin memiliki perbedaan pendapat yang tajam ketika membahas nasib rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Putin sempat berbicara singkat kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Obama.”Diskusi hari ini, seperti yang telah saya katakan, itu sangat berarti, formal dan sangat jujur mengejutkan,” kata Putin.

“Kami menemukan banyak kesamaan, tetapi ada perbedaan Tapi menurut saya itu perlu. memiliki kesempatan untuk bekerja sama dalam masalah-masalah umum,” lanjut Putin. (Baca juga: Obama dan Putin Sepakat Arahkan Militernya Cegah Konflik di Suriah)

Seorang pejabat senior AS, mengatakan, Presiden Obama dan Presiden Prancis, Francois Hollande, tetap menghendaki Presiden Assad lengser. Mereka juga ingin operasi militer untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah dan Irak jalan terus.

“Ini bukan situasi di mana salah satu dari mereka (Obama dan Putin) berusaha untuk mencetak poin dalam pertemuan, saya pikir ada keinginan bersama untuk mencari cara di mana kita dapat mengatasi situasi di Suriah,” ujar pejabat AS itu yang menolak diidentifikasi, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/9/2015).

Sementara itu, Putin merahasiakan perbedaan pendapat dalam pertemuannya dengan Obama. Tapi, ketika bicara di Sidang Majelis Umum PBB, Putin, mengatakan; "Saya menghormati rekan-rekan saya, Presiden AS dan Presiden Prancis, tapi saya tidak berpikir mereka adalah warga Suriah, jadi saya tidak berpikir mereka harus memutuskan siapa yang harus memimpin Suriah.”

Sedangkan Obama dalam forum yang sama memiliki alasan mengapa rezim Assad tidak layak untuk didukung. Menurutnya, Assad adalah tiran yang menjatuhkan bom barel untuk membantai anak-anak yang tidak bersalah.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
4 jam yang lalu
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
5 jam yang lalu
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
6 jam yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
7 jam yang lalu
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved