Wartawan Jerman: ISIS Ingin Buat Tsunami Nuklir di Seluruh Dunia
Sabtu, 26 September 2015 - 17:16 WIB
Wartawan Jerman: ISIS Ingin Buat Tsunami Nuklir di Seluruh Dunia
A
A
A
BERLIN - Jurgen Todenhofer, 75, seorang wartawan kawakan Jerman mengungkap rencana ISIS untuk menciptakan “tsunami nuklir” di seluruh dunia. Dia menjadi orang pertama yang bisa mengakses wilayah ISIS dengan status sebagai sebagai wartawan.
Todenhofer mengungkap rencana besar kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu dalam bukunya yang berjudul “Inside IS - Ten Days in the Islamic State".
Todenhofer pernah menjadi seorang anggota parlemen di Partai CDU, partai pendukung Kanselir Jerman Angela Merkel sebelum beralih ke profesi jurnalistik pada tahun 2000 sebagai wartawan perang. Dia menghabiskan waktu sepuluh hari dengan ISIS dan bisa pulang ke Jerman dengan selamat.
Selama berada di wilayah ISIS, wartawan Jerman ini mengaku bertemu Mohammed Emwazi alias “Jihadi John” yang merupakan algojo ISIS. Namun, gerak-gerik Todenfer diawasi ketat.
Menurutnya, Barat tidak siap untuk menghadapi ISIS. “Para teroris ini berencana membunuh beberapa ratus juta orang. Barat meremehkan kekuatan ISIS secara drastis,” katanya, seperti dikutip Daily Express.
ISIS, kata dia, bermaksud untuk mendapatkan senjata nuklir.”Kelompok menginginkan ‘tsunami nuklir’, mempersiapkan pembersihan agama terbesar dalam sejarah,” ujar Todenfer.
Ditanya bagaimana dia bisa mengekspose rencana ISIS itu, Todenhofer menjawab bahwa dia bernegosiasi intens dengan kepemimpinan “khilafah” ISIS, melalui Skype selama beberapa bulan.
Dia juga tidak memungkiri melihat eksekusi brutal ISIS yang dibuat video untuk propaganda. ”Tentu saja saya telah melihat hal yang mengerikan, video pemenggalan brutal dan tentu saja melihat ini dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.
Dia juga mengungkap sebearap besar kekuatan ISIS yang dilihatnya.”Mereka kini menguasai lahan lebih besar dari ukuran Inggris dan didukung oleh antusiasme yang belum pernah saya ditemukan sebelumnya di zona perang. Setiap hari ratusan militan bersedia datang dari seluruh dunia,” imbuh dia, yang dilansir Jumat malam (25/9/2015).
”Mereka adalah musuh yang paling brutal dan paling berbahaya yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Saya tidak melihat siapa saja yang memiliki kesempatan nyata untuk menghentikan mereka. Hanya orang-orang Arab yang bisa menghentikan ISIS. Saya lagi-lagi sangat pesimistis.”
Todenhofer mengungkap rencana besar kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu dalam bukunya yang berjudul “Inside IS - Ten Days in the Islamic State".
Todenhofer pernah menjadi seorang anggota parlemen di Partai CDU, partai pendukung Kanselir Jerman Angela Merkel sebelum beralih ke profesi jurnalistik pada tahun 2000 sebagai wartawan perang. Dia menghabiskan waktu sepuluh hari dengan ISIS dan bisa pulang ke Jerman dengan selamat.
Selama berada di wilayah ISIS, wartawan Jerman ini mengaku bertemu Mohammed Emwazi alias “Jihadi John” yang merupakan algojo ISIS. Namun, gerak-gerik Todenfer diawasi ketat.
Menurutnya, Barat tidak siap untuk menghadapi ISIS. “Para teroris ini berencana membunuh beberapa ratus juta orang. Barat meremehkan kekuatan ISIS secara drastis,” katanya, seperti dikutip Daily Express.
ISIS, kata dia, bermaksud untuk mendapatkan senjata nuklir.”Kelompok menginginkan ‘tsunami nuklir’, mempersiapkan pembersihan agama terbesar dalam sejarah,” ujar Todenfer.
Ditanya bagaimana dia bisa mengekspose rencana ISIS itu, Todenhofer menjawab bahwa dia bernegosiasi intens dengan kepemimpinan “khilafah” ISIS, melalui Skype selama beberapa bulan.
Dia juga tidak memungkiri melihat eksekusi brutal ISIS yang dibuat video untuk propaganda. ”Tentu saja saya telah melihat hal yang mengerikan, video pemenggalan brutal dan tentu saja melihat ini dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.
Dia juga mengungkap sebearap besar kekuatan ISIS yang dilihatnya.”Mereka kini menguasai lahan lebih besar dari ukuran Inggris dan didukung oleh antusiasme yang belum pernah saya ditemukan sebelumnya di zona perang. Setiap hari ratusan militan bersedia datang dari seluruh dunia,” imbuh dia, yang dilansir Jumat malam (25/9/2015).
”Mereka adalah musuh yang paling brutal dan paling berbahaya yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Saya tidak melihat siapa saja yang memiliki kesempatan nyata untuk menghentikan mereka. Hanya orang-orang Arab yang bisa menghentikan ISIS. Saya lagi-lagi sangat pesimistis.”
(mas)