Pemberontak Didikan AS Berbagi Senjata dengan Al-Qaeda
Sabtu, 26 September 2015 - 14:13 WIB
Pemberontak Didikan AS Berbagi Senjata dengan Al-Qaeda
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa pemberontak Suriah yang mereka latih dan persenjatai, telah berbagi senjata dengan salah satu musuh terbesar mereka, yakni al-Qaeda. Pasukan pemberontak, yang dijuluki Pasukan Suriah Baru (NSF) itu berbagi senjata dengan kelompok al-Nusra.
"Sayangnya, kami mendapatkan pelajaran, dimana saat ini NSF mengaku telah memberikan enam buah truk dan sebagian amunisi yang mereka miliki kepada kelompok teroris al-Nusra," ujar juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, seperti dilansir BBC pada Sabtu (26/9/2015).
Hal senada juga diutarakan oleh juru bicara Komando Sentral AS (Centcom), Kolonel Patrick Ryder, yang mengatakan hal tersebut terjadi antara tanggal 21 dan 22 September lalu. "Jumlah kendaraan dan amunisi dan diberikan sebesar kira-kira 25 persen dari peralatan yang diberikan AS kepada NSF," ucap Ryder.
"Jika akurat, laporan anggota NSF memberikan peralatan untuk al-Nusra tentu sangat memprihatinkan dan pelanggaran terhadap pedoman program pelatihan dan pemberian senjata kepada pemberontak Suriah," sambungnya.
Apa yang dilakukan NSF seharunya sudah bisa diprediksi oleh AS, karena mayoritas dari anggota NSF kemungkinkan besar memiliki koneksi atau hubungan dengan al-Nusra. Selain itu, sebagian besar anggota al-Nusra merupakan bagian dari pasukan pemberontak Suriah yang ingin menjatuhkan Bashar al-Assad.
"Sayangnya, kami mendapatkan pelajaran, dimana saat ini NSF mengaku telah memberikan enam buah truk dan sebagian amunisi yang mereka miliki kepada kelompok teroris al-Nusra," ujar juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, seperti dilansir BBC pada Sabtu (26/9/2015).
Hal senada juga diutarakan oleh juru bicara Komando Sentral AS (Centcom), Kolonel Patrick Ryder, yang mengatakan hal tersebut terjadi antara tanggal 21 dan 22 September lalu. "Jumlah kendaraan dan amunisi dan diberikan sebesar kira-kira 25 persen dari peralatan yang diberikan AS kepada NSF," ucap Ryder.
"Jika akurat, laporan anggota NSF memberikan peralatan untuk al-Nusra tentu sangat memprihatinkan dan pelanggaran terhadap pedoman program pelatihan dan pemberian senjata kepada pemberontak Suriah," sambungnya.
Apa yang dilakukan NSF seharunya sudah bisa diprediksi oleh AS, karena mayoritas dari anggota NSF kemungkinkan besar memiliki koneksi atau hubungan dengan al-Nusra. Selain itu, sebagian besar anggota al-Nusra merupakan bagian dari pasukan pemberontak Suriah yang ingin menjatuhkan Bashar al-Assad.
(esn)