Pendukung Kudeta Burkina Faso Serbu Hotel Tempat Mediasi
Minggu, 20 September 2015 - 22:18 WIB
Pendukung Kudeta Burkina Faso Serbu Hotel Tempat Mediasi
A
A
A
OUAGADOUGOU - Massa demonstran yang mendukung kudeta militer Burkina Faso menyerbu hotel yang menjadi tempat mediasi antara pihak militer dengan pemerintahan sementara berlangsung. Beberapa demonstran terlihat membawa poster dukungan kepada junta militer yang melakukan kudeta beberapa waktu lalu.
"Mereka menyerang hotel. Itu kekerasan. Mereka menyerang mantan anggota oposisi ketika mereka tiba. Satu berhasil diselamatkan dari kerumunan oleh pasukan keamanan," ujar seorang saksi seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20/9/2015).
Saat kejadian, sebagian besar utusan yang terlibat dalam pembicaraan termasuk duta besar asing sudah tiba di Laico Hotel di ibukota Ouagadougou. "Saya dengan rekan-rekan saya. Kami baik-baik saja. Kami belum di sandera. Kita masih bebas," cuit Duta Besar Prancis untuk Burkina Faso dalam akun twitternya.
Pernyataan yang sama juga dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Meski begitu, akibat serangan ini Presiden Senegal Macky Sall yang juga ketua saat blok ECOWAS daerah Afrika Barat yang memimpin upaya mediasi, telah meninggalkan hotel.
Sebelumnya, Presiden Benin Beni Yayi Thomas telah menyatakan bahwa pemerintah Burkina Faso telah kembali ke tangan pemerintah sipil. Keputusan ini muncul setelah Thomas, selaku mediator, bertemu dengan junta militer Jenderal Gilbert Diendere untuk mengakhiri bentrokan antara tentara dengan demonstran.
"Mereka menyerang hotel. Itu kekerasan. Mereka menyerang mantan anggota oposisi ketika mereka tiba. Satu berhasil diselamatkan dari kerumunan oleh pasukan keamanan," ujar seorang saksi seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20/9/2015).
Saat kejadian, sebagian besar utusan yang terlibat dalam pembicaraan termasuk duta besar asing sudah tiba di Laico Hotel di ibukota Ouagadougou. "Saya dengan rekan-rekan saya. Kami baik-baik saja. Kami belum di sandera. Kita masih bebas," cuit Duta Besar Prancis untuk Burkina Faso dalam akun twitternya.
Pernyataan yang sama juga dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Meski begitu, akibat serangan ini Presiden Senegal Macky Sall yang juga ketua saat blok ECOWAS daerah Afrika Barat yang memimpin upaya mediasi, telah meninggalkan hotel.
Sebelumnya, Presiden Benin Beni Yayi Thomas telah menyatakan bahwa pemerintah Burkina Faso telah kembali ke tangan pemerintah sipil. Keputusan ini muncul setelah Thomas, selaku mediator, bertemu dengan junta militer Jenderal Gilbert Diendere untuk mengakhiri bentrokan antara tentara dengan demonstran.
(esn)