Arab Saudi Siapkan 100 Ribu Tentara Amankan Musim Haji
Minggu, 20 September 2015 - 19:45 WIB
Arab Saudi Siapkan 100 Ribu Tentara Amankan Musim Haji
A
A
A
MEKKAH - Sadar akan ancaman bahaya terorisme, pihak pemerintah Arab Saudi menurukan 100.000 personel militer untuk mengamankan jalannya ibadah haji tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kementeri Dalam Negeri Arab Saudi.
"Kami telah dijadikan target oleh kelompok teroris selama bertahun-tahun dan kita adalah sasaran kelompok teroris," ujar Mayor Jenderal Mansour al-Turki seperti dikutip dari Fox News, Minggu (20/9/2015).
Menurut Al-Turki, anggota unit elit kontraterorisme, polisi lalu lintas, dan petugas pertahanan darurat sipil juga dikerahkan untuk membantu mengontrol kerumunan massa haji dan menjaga kesemalatan mereka. "Mereka didukung oleh pasukan tambahan dari tentara dan penjaga nasional," jelas al-Turki.
Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga telah menempatkan sekitar 5.000 kamera CCTV di seluruh Mekkah dan Madinah, dua kota yang sering dikunjungi oleh jemaah haji. "Kami aktif memantau, dan kami terjaga," ujar al-Turki merujuk pada kesiapan aparat keamanan untuk menghadapi kemungkinan apapun.
Al-Turki mengakui jika aksi teror tahun ini tertinggi sejak tahun 2003 ketika al-Qaeda melancarkan gelombang pemboman yang terjadi selama tiga tahun sampai militan tersebut diusir ke Yaman. Menurut al-Turki, pendukung ISIS di Arab Saudi sedikit lebih kecil dimana setiap anggotanya berkomunikasi secara online.
Ia pun membantah kabar yang menyatakan kelompok itu menduduki sebuah provinsi atau negara bagian di Arab Saudi dan menganggapnya tidak lebih dari propaganda. "Pada kenyataannya, mereka tidak dapat mengendalikan satu sentimeter di Arab Saudi," pungkasnya.
"Kami telah dijadikan target oleh kelompok teroris selama bertahun-tahun dan kita adalah sasaran kelompok teroris," ujar Mayor Jenderal Mansour al-Turki seperti dikutip dari Fox News, Minggu (20/9/2015).
Menurut Al-Turki, anggota unit elit kontraterorisme, polisi lalu lintas, dan petugas pertahanan darurat sipil juga dikerahkan untuk membantu mengontrol kerumunan massa haji dan menjaga kesemalatan mereka. "Mereka didukung oleh pasukan tambahan dari tentara dan penjaga nasional," jelas al-Turki.
Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga telah menempatkan sekitar 5.000 kamera CCTV di seluruh Mekkah dan Madinah, dua kota yang sering dikunjungi oleh jemaah haji. "Kami aktif memantau, dan kami terjaga," ujar al-Turki merujuk pada kesiapan aparat keamanan untuk menghadapi kemungkinan apapun.
Al-Turki mengakui jika aksi teror tahun ini tertinggi sejak tahun 2003 ketika al-Qaeda melancarkan gelombang pemboman yang terjadi selama tiga tahun sampai militan tersebut diusir ke Yaman. Menurut al-Turki, pendukung ISIS di Arab Saudi sedikit lebih kecil dimana setiap anggotanya berkomunikasi secara online.
Ia pun membantah kabar yang menyatakan kelompok itu menduduki sebuah provinsi atau negara bagian di Arab Saudi dan menganggapnya tidak lebih dari propaganda. "Pada kenyataannya, mereka tidak dapat mengendalikan satu sentimeter di Arab Saudi," pungkasnya.
(esn)