ISIS Rilis Video Propaganda Minta Imigran Tak Kabur ke Eropa
Jum'at, 18 September 2015 - 22:44 WIB
ISIS Rilis Video Propaganda Minta Imigran Tak Kabur ke Eropa
A
A
A
LONDON - ISIS merilis serangkaian video yang menghimbau agar umat Islam tidak bermigrasi ke negara-negara Eropa dan memberitahu mereka untuk datang ke basÍs ISIS, serta dengan sukarela membaiat diri mereka sendiri.
Video berbahasa Arab itu dibuat ISIS di sebuah provinsi yang diduga berada di Suriah, Irak, dan Yaman. Video ini diunggah ke akun twitter milik kelompok itu pada tanggal 16 dan 17 September. Dalam video tersebut, ISIS mengatakan bahwa calon imigran hanya akan mendapatkan penghinaan dan tercemar dengan gaya hidup yang tidak bermoral.
ISIS juga menyatakan, apa yang para imigran lakukan adalah dosa besar, seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/9/2015). ISIS pun mencoba menarik perhatian dengan menampilkan gambar Aylan Kurdi disandingkan dengan anak-anak yang terluka akibat serangan kelompok koalisi pimpinan AS.
Mereka juga mencoba mengambil hati para imigran dengan menggambarkan bahwa perjalan ke Eropa penuh dengan bahaya dan belum tentu berkahir dengan bahagia. Dalam bagian ini, ISIS menampilkan gambar bentrokan yang terjadi antara imigran dengan aparat keamanan.
Tak lupa, ISIS membuat pula jargon sendiri: Menuju Eropa adalah dosa besar, dan api neraka bagi mereka yang desertir. Dimana Anda mencari perlindungan?
ISIS sendiri sebelumnya bungkam terhadap krisis imigran yang terjadi di Eropa. Mereka baru melakukan propaganda kepada imigran saat merilis majalah Dabiq pada tanggal 9 September kemarin.
Video berbahasa Arab itu dibuat ISIS di sebuah provinsi yang diduga berada di Suriah, Irak, dan Yaman. Video ini diunggah ke akun twitter milik kelompok itu pada tanggal 16 dan 17 September. Dalam video tersebut, ISIS mengatakan bahwa calon imigran hanya akan mendapatkan penghinaan dan tercemar dengan gaya hidup yang tidak bermoral.
ISIS juga menyatakan, apa yang para imigran lakukan adalah dosa besar, seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/9/2015). ISIS pun mencoba menarik perhatian dengan menampilkan gambar Aylan Kurdi disandingkan dengan anak-anak yang terluka akibat serangan kelompok koalisi pimpinan AS.
Mereka juga mencoba mengambil hati para imigran dengan menggambarkan bahwa perjalan ke Eropa penuh dengan bahaya dan belum tentu berkahir dengan bahagia. Dalam bagian ini, ISIS menampilkan gambar bentrokan yang terjadi antara imigran dengan aparat keamanan.
Tak lupa, ISIS membuat pula jargon sendiri: Menuju Eropa adalah dosa besar, dan api neraka bagi mereka yang desertir. Dimana Anda mencari perlindungan?
ISIS sendiri sebelumnya bungkam terhadap krisis imigran yang terjadi di Eropa. Mereka baru melakukan propaganda kepada imigran saat merilis majalah Dabiq pada tanggal 9 September kemarin.
(esn)