Capres AS Carly Fiorina Tawarkan Perang Nuklir Lawan Rusia
Jum'at, 18 September 2015 - 13:15 WIB
Capres AS Carly Fiorina Tawarkan Perang Nuklir Lawan Rusia
A
A
A
CALIFORNIA - Calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Carly Florina, menyampaikan doktrin pertahanan ala dirinya. Florina terang-terangan menawarkan resep untuk perang nuklir dengan Rusia.
Pernyataan Capres perempuan AS itu muncul dalam debat di Ronald Reagan Presidential Library di California. Doktrin Florina dicatat dan dipublikasikan mantan pejabat CIA, Larry Johnson, dalam sebuah artikel.
”Daripada membahas bagaimana kita harus bekerja dengan Rusia untuk menghancurkan ISIS, Carly Fiorina menawarkan sebuah resep untuk perang nuklir dengan Rusia,” kata Johnson, Kamis, seperti dikutip Sputnik, Jumat (18/9/2015).
“Daftar list-nya, termasuk penggelaran sistem pertahanan rudal ke Polandia dan membangun basis angkatan darat dan angkatan laut, itu tidak lebih dari provokasi terhadap Rusia,” lanjut Johnson.
Bagi politikus perempuan AS itu, Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, menjadi tantangan utama AS dalam kebijakannya di Timur Tengah.
”Fiorina menegaskan bahwa intervensi (Putin) di Suriah untuk menjaga aturan sekuler (Presiden) Bashir Assad agar utuh, itu adalah semacam tantangan untuk keamanan kami (AS),” kata Johnson.
Mantan pejabat CIA itu menyindir krisis Suriah yang diintervensi dari pihak luar yang yang dipimpin oleh Turki dan Arab Saudi, dengan dukungan rahasia dari Amerika. Termasuk contohnya mempersenjati pemberontak atau oposisi Suriah. ”Kegilaan ini adalah milik Barack Obama dan Hillary Clinton,” imbuh Johnson.
Rusia sendiri komitmen menolong Suriah yang merupakan sekutunya. Rusia tidak peduli dengan kritik AS ketika memasok peralatan perang ke rezim Suriah untuk melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebaliknya, Rusia mengkritik koalisi internasional penyerang ISIS yang dipimpin AS karena tidak melibatkan rezim Suriah.
Pernyataan Capres perempuan AS itu muncul dalam debat di Ronald Reagan Presidential Library di California. Doktrin Florina dicatat dan dipublikasikan mantan pejabat CIA, Larry Johnson, dalam sebuah artikel.
”Daripada membahas bagaimana kita harus bekerja dengan Rusia untuk menghancurkan ISIS, Carly Fiorina menawarkan sebuah resep untuk perang nuklir dengan Rusia,” kata Johnson, Kamis, seperti dikutip Sputnik, Jumat (18/9/2015).
“Daftar list-nya, termasuk penggelaran sistem pertahanan rudal ke Polandia dan membangun basis angkatan darat dan angkatan laut, itu tidak lebih dari provokasi terhadap Rusia,” lanjut Johnson.
Bagi politikus perempuan AS itu, Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, menjadi tantangan utama AS dalam kebijakannya di Timur Tengah.
”Fiorina menegaskan bahwa intervensi (Putin) di Suriah untuk menjaga aturan sekuler (Presiden) Bashir Assad agar utuh, itu adalah semacam tantangan untuk keamanan kami (AS),” kata Johnson.
Mantan pejabat CIA itu menyindir krisis Suriah yang diintervensi dari pihak luar yang yang dipimpin oleh Turki dan Arab Saudi, dengan dukungan rahasia dari Amerika. Termasuk contohnya mempersenjati pemberontak atau oposisi Suriah. ”Kegilaan ini adalah milik Barack Obama dan Hillary Clinton,” imbuh Johnson.
Rusia sendiri komitmen menolong Suriah yang merupakan sekutunya. Rusia tidak peduli dengan kritik AS ketika memasok peralatan perang ke rezim Suriah untuk melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebaliknya, Rusia mengkritik koalisi internasional penyerang ISIS yang dipimpin AS karena tidak melibatkan rezim Suriah.
(mas)