Soal Suriah, AS Pertimbangkan Tawaran Rusia
Kamis, 17 September 2015 - 17:01 WIB
Soal Suriah, AS Pertimbangkan Tawaran Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan tawaran perundingan militer yang disodorkan Rusia terkait krisis di Suriah. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry kepada pihak Gedung Putih dan Pentagon pasca terlibat pembicaraan lewat telepon dengan sejawatnya asal Rusia, Sergei Lavrov.
Kerry tidak menyebutkan secara rinci proposal perundingan militer yang ditawarkan Rusia. Namun, menurutnya perundingan itu perlu dilakukan untuk memastikan agar pasukan AS dan Rusia tidak terlibat konflik satu sama lain di Suriah.
Baik Washington maupun Moskow mengklaim memerangi kelompok esktrimis ISIS di Suriah, namun keduanya berada di pihak yang berbeda. AS dan sekutunya berada di belakang pasukan pemberontak, sedangkan Rusia menjadi sekutu bagi Presiden Bashar al-Assad.
"Rusia mengusulkan dilakukannya perundingan militer untuk membahas langkah apa yang harus dilakukan untuk menghindari konflik antara kita dengan Rusia yang mungkin terjadi dan terbangun pemahaman atas apa yang tengah kita kerjakan dan yang kita lakukan," kata Kerry seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2015)
Kerry mengatakan, saat ini AS masih mempertimbangkan usulan tersebut dan ia percaya bahwa pembicaraan dengan Moskow bisa mencegah kesalahpahaman. "Gedung Putih, Departemen Pertahanan, dan Departemen Luar Negeri sedang mendiskusikan langkah selanjutnya untuk menentukan cara terbaik ke depannya," jelasnya.
Kerry tidak menyebutkan secara rinci proposal perundingan militer yang ditawarkan Rusia. Namun, menurutnya perundingan itu perlu dilakukan untuk memastikan agar pasukan AS dan Rusia tidak terlibat konflik satu sama lain di Suriah.
Baik Washington maupun Moskow mengklaim memerangi kelompok esktrimis ISIS di Suriah, namun keduanya berada di pihak yang berbeda. AS dan sekutunya berada di belakang pasukan pemberontak, sedangkan Rusia menjadi sekutu bagi Presiden Bashar al-Assad.
"Rusia mengusulkan dilakukannya perundingan militer untuk membahas langkah apa yang harus dilakukan untuk menghindari konflik antara kita dengan Rusia yang mungkin terjadi dan terbangun pemahaman atas apa yang tengah kita kerjakan dan yang kita lakukan," kata Kerry seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2015)
Kerry mengatakan, saat ini AS masih mempertimbangkan usulan tersebut dan ia percaya bahwa pembicaraan dengan Moskow bisa mencegah kesalahpahaman. "Gedung Putih, Departemen Pertahanan, dan Departemen Luar Negeri sedang mendiskusikan langkah selanjutnya untuk menentukan cara terbaik ke depannya," jelasnya.
(esn)